Senin, 16 Februari 2015

Jumat, 13 Februari 2015

Senin, 09 Februari 2015

tip mancing di alam liar




ANCING ALAM LIAR ATAU WILD FISHING Wild Fishing atau lebih banyak disebut sebagai memancing dialam liar saat ini telah begitu menarik hati banyak kalangan, lebih lebih saat ini telah banyak siaran TV yang menampilkan fenomena Wild Fishing. Menurut pendapat banyak penggemar memancing yang mengatakan bahwa memancing di alam liar lebih banyak tantangan dan lebih mengasyikkan karena selain pemandangan yang indah dari alam juga tidak ada beban apabila tidak mendapatkan ikan. Dan apabila beruntung mendapatkan ikan maka ada kebanggaan tersendiri , apalagi jika bisa strike dengan frekuensi yang sering. Hal tersebut berbeda dengan memancing di kolam dalam suasana galatama maupun di pemancingan harian. Tingkat kejenuhannya lebih tinggi jika memancing di kolam, karena keterbatasan kolam dan jika di kolam pemancingan yang penuh dengan ikan maka selalu dapat ikan hal ini yang dinilai kurang menantang.

Alasan lainnya adalah dengan memancing di alam liar ( Wild Fishing ) segala ilmu dan keahlian harus bisa diandalkan, baik pengenalan mengenai umpan, ikan sasaran, piranti yang digunakan serta persiapan persiapan mental yang harus selalu terjaga, dibutuhkan kesabaran lebih jika memancing di alam liar karena kita hanya disuguhi oleh asumsi dan perkiraan perkiraan. Disisi ekonomi ternyata mancing dengan cara Wild Fishing lebih sedikit mengeluarkan uang ( lebih murah ) itu jika jarak tempat tinggal anda dengan lokasi tidak terlalu jauh, kalau menurut pengalaman kami justru biaya yang dikeluarkan lebih banyak di alam liar. Dengan catatan lokasi tempat tinggal anda jauh, dan jika harus menyewa perahu setidaknya Rp 300.000,- sampai Rp 900.000,- dikeluarkan untuk menyewa perahu. Itupun terkadang pulang dengan tangan hampa jika tidak musim ikan.

Banyak pilihan lokasi jika anda ingin memilih melakukan Wild Fishing yaitu hampir di setiap genangan air bisa dijadikan alternatif ; bisa di sungai, danau, laut, telaga, setu, bendungan, danau danau buatan dan lain lain. Yang pertama harus dipelajari adalah apakah di lokasi ada ikan atau tidak ? yaitu dengan bertanya pada penduduk sekitar. Dengan melakukan penelitian awal tersebut maka kita bisa menentukan jenis umpan karena dari informasi masyarakat sekitar kita bisa mengetahui ikan apa yang ada di lokasi. Jenis target ikan yang menjadi target buruan dalam kegiatan wild fishing bisa bermacam-macam tergantung dari wilayah / lokasi masing-masing dimana kita mancing. Yang paling sering ditemukan dalam wild fishing ini adalah jenis ikan : Ikan toman, hampala, gabus, sepat, lele, mujaer, wader hingga ikan cere dengan ukuran yang berbeda-beda tentunya.

Di bawah ini ada beberapa tips mancing Wild Fishing.

1. Umpan
Menentukan umpan apa yang kita gunakan adalah hal yang utama dalam kegiatan memancing, karena pemilihan jenis umpan yang tepat adalah salah satu penentu keberhasilan anda mendapatkan ikan sasaran. Bisanya untuk kegiatan Wild Fishing jenis umpan yang harus selalu disediakan adalah Jangkrik, cacing, roti, pelet, lumut ( air tawar maupun lumut tambak ), udang ( hidup atau mati ), daun singkong, dan daun daunan lainnya. Setidaknya jika anda melakukan Wild Fishing maka umpan umpan tersebut harus sudah anda persiapkan karena biasanya di lokasi tidak ada orang yang menjual umpan, tetapi anda bisa mendapatkan di pasar. Untuk itulah persiapan jenis umpan yang berneka warna harus anda bawa saat memancing di alam liar. Tambahan jenis umpan lainnya adalah umpan tiruan bisa anda gunakan ( umpan tiruan / lure ) sebagai variasi.

2. Pancing
Pemilihan jenis mata kail juga merupakan penentu keberhasilan kita, Pemilihan mata kail harus disesuaikan dengan jenis sasaran ikan yang akan kita pancing. Jika jenis ikan dengan mulut kecil maka mata kail juga harus kecil, demikian juga sebaliknya. Untuk itu diperlukan pengalaman dan ketrampilan dalam memancing di alam liar.

3. Senar
Menentukan jenis dan ukuran senar juga merupakan pilihan penting dalam memancing dengan Wild Fishing. Di alam liar ikan ikan tumbuh tanpa kontrol dari manusia, terkadang ikan ikan di lokasi adalah ikan Monster dengan ukuran yang besar, dan terkadang hanya ikan ikan kecil. Menurut kami pilih saja senar dengan ukuran kecil tetapi mempunyai kekuatan yang besar / tidak mudah putus. Karena sangat disayangkan jika kita sudah capek capek bertarung dengan ikan, ternyata ikan lepas karena senar tidak kuat menahan kekuatan ikan.

4. Pelampung
Pemilihan menggunakan pelampung atau tidak membutuhkan ketrampilan dan tiap tiap pemancing berbeda beda dalam menentukan pilihan memakai pelampung atau menggunakan teknik dasar ( tanpa pelampung ). Tetapi jika ingin mengetahui umpan kita dimakan atau tidak lebih baik menggunakan pelampung karena lebih mudah mengontrol. Jika dengan menggunakan pelampung kita cukup mengamati naik turunnya pelampung. Pelampung juga berfungsi untuk menjaga umpan tetap pada posisi pergerakan ikan, sehingga posisi umpan sesuai dengan lintasan ikan, yang memberikan peluang lebih besar umpan kita dimakan oleh ikan. Pilihan pelampung juga harus tepat jangan sampai terlalu berat pemberatnya sehingga pelampungnya ikut tenggelam.

5. Pemberat
Penggunaan pemberat timah ini dimaksudkan supaya umpan dapat cepat masuk ke air. Pilih timah lipat yang tipis atau timah daun, gunakan sedikit saja agar pelampung tidak ikut tenggelam.

6. Siap payung atau topi
Memancing di alam liar biasanya di tempat tempat terbuka yang panas. Semoga Artikel ini bisa bermanfaat buat rekan - rekan. ******Salammm

Minggu, 08 Februari 2015

Tonton "Fishonshop" di YouTube




Fishonshop: http://youtu.be/wd7uuVQMs7c

--
Dikirim dari aplikasi myMail untuk Android


Minggu, 01 Februari 2015

Tonton "Strike yg heboh" di YouTube




Strike yg heboh: http://youtu.be/zFkT75IK_sU

--
Dikirim dari aplikasi myMail untuk Android