Selasa, 28 Oktober 2014

Hampala gemuk


teknik mancing dengan umpan tipuan




Akhir2 ini teknik mancing dgn umpan buatan
semakin digemari dimana-mana. Salah satu
alasannya adalah krn unsur kepraktisan, sport,
dan sensasi yg berbeda dibanding mancing dgn
teknik konvensional. Namun tdk jarang
(terutama bagi yg baru aja memulai casting)
trip casting yg direncanakan dgn pnuh harapan
berubah menjadi trip yg membosankan dan
mengecewakan karena ikan tdk mau makan lure
atau hanya mengikuti saja tanpa mau
menerkam. Jika itu yg terjadi pada anda
bacalah terus note ini. Hehehe…
Lure fishing pada dasarnya hanyalah tentang
'penipuan'! Alias Membodohi ikan agar mau
memangsa 'sesuatu' yg mereka anggap sbg
mangsa potensial mereka.
Sayangnya sebagian angler blm memahami hal2
apa saja yg diperlukan utk menipu dan memicu
nafsu makan ikan..
Skill sesungguhnya dlm lure fishing bukan
hanya dlm hal memilih lure yg sesuai dgn
situasi dan kondisi saat memancing, tp lbh dr
itu adalah bagaimana memainkan lure yg sdh
kita pilih agar memicu nafsu sang ikan utk
menggigit. Iya kan?? Nha, Berikut ini adalah
trick2 yg biasa dipake para pakar casting dr
negara australia (dan SouthMountain angler)
dlm majalah Australian saltwater fishing.
1. NATURAL PRESENTATION
Ini adalah 'basic tehnik' dlm bermain lure. Kata
kuncinya adalah 'natural'. Usahakan agar anda
bisa menyajikan lure anda senatural mungkin.
Baik dlm hal berenang, berlenggok, dan
bereaksi. Usahakan semirip mungkin dgn
umpan alami ketika brtemu pemangsanya.
Kebanyakan pemancing brhasil melakukan
teknik ini dgn baik ketika mrk tdk melihat ikan
target, (Blind cast) tp segalanya berubah jd
kacau ketika sang target mulai terlihat di depan
mrk. Kesalahan yg plg sering terjadi adlah
mereka dgn 'tepat' melempar lure di dekat/
depan sang target! Dan lalu mulai menggulung
agar lure berenang mendekati sang target. Dlm
dunia mangsa memangsa, 'mendekat' adalah
tanda agresifitas, ini tdk akan pernah dilakukan
oleh sang korban thdp pemangsanya.
Kecenderungan yg sering terjadi adlh sang
mangsa akan menjauh/mengindar dr
pemangsanya.
Cara yg benar adalah melempar umpan jauh di
kiri/kanannya tp masih dlm jarak batas
pandangannya lalu menggulung menjauhinya!
percayalah, Jika ikan memang sdg lapar, dia
pasti akan bereaksi!! Karena sistem gurat sisi/
lateral line pd ikan yg dlm mode berburu akan
sgt aktif dan sanggup mendeteksi gerakan2 di
sekitarnya.
Satu hal lg yg harus diperhatikan dlm 'natural
presentation' adlh 'ARUS'. Casting melawan
arus adlh tdk natural! Lebih dianjurkan agar
anda casting searah arus, atau memotong
arus.. Hal ini berlaku terutama ktika anda
casting di sungai, muara, atau laut.
2. PAUSE N EFFECT
Bahkan lure yg terbaik pun tdk akan
mendapatkan performance terbaiknya jk
disajikan dlm gerakan yg 'lurus'2x saja alias
monoton, mengapa?? Krn gerakan ini tdk akan
menghasilkan rangsangan kpd sang predator yg
kdg lbh suka mangsa yg terkesan sekarat dan
mdh disergap. Maka 'pause' (berhenti
menggulung sejenak) adalah solusi yg tepat yg
akan memberikan rangsangan dan kesempatan
pd sang predator utk menyergap krn berpikir
bhw umpan yg anda mainkan adalah mangsa
yg mudAh (easy meal)!!.
3. NERVOUS TWITCH
Ini adalah teknik memainkan lure agar terkesan
spt umpan yg bergerak panik/nervous. Caranya
adalah dgn menyentak2 joran anda dgn gerakan
menghentak yg pendek2, teratur, dan agak
cepat utk meniru gerakan panik ikan umpan.
Akan lbh natural jk gerakan itu dilakukan dgn
pergelangan tangan anda. Latihlah terus agar
gerakan anda bs menghasilkan semirip mungkin
gerakan ikan yg panik agar naluri memangsa
sang predator dpt terpicu
4. SPEED
Kecepatan adlh salah 1 unsur terpenting dlm
memicu naluri predator. Terutama utk predator2
tropis, yg sangat gregetan melihat mangsanya
mencoba lolos dr sergapanya. Krn berpikir bhw
mangsa yg berlari cepat akan menghilangkan
peluangnya, maka biasanya mrk akan semakin
beringas mengejar atau beralih ke easy meal.
Dan yakinlah, secepat apapun anda
menggulung , dia akan tetap lbh cepat! Jd
teknik ini tetap layak kt coba.
Salah 1 kesalahan pemula adlh menghentikan
retrieve ktika melihat ikan mengejar lure. Hal ini
akan membuat ikan kehilangan nafsunya dan
berputar arah membokongi anda. bhkn Salah
satu tehnik yg extreme yg biasa diterapkan
menghadapi schooling pemangsa adalah
menggoda mrk dgn umpan yg dilempar lalu
digulung secepat mgkn agar tdk terlihat lg oleh
kawanan pemangsa. Ini bnr2 akan
menjengkelkan mrk shg mereka akan segera
menghantam lure anda pd kesempatan pertama
ketika anda melakukan lenparan kedua.
5. AN EASY MEAL
Tdk byk ikan yg menolak easy meal.. mungkin
saat terbaik utk melalukan teknik ini adalah
ketika anda melihat byk ikan umpan berkumpul
di sav tempat. Bahkan ktika menjumpai
kawanan mangsa pun, sang predator punya
kecenderungan utk memilih target yg plg mudah
agar dia bisa menghemat byk energinya. Lure
yg plg mdh utk digunakan dlm teknik ini adalah
softplastic stick bait. Lemparkan saja lure
tersebut ke gerombolan umpan (pilih sisi luar
koloni) dan biarkan ia tenggelam perlahan dlm
gerakan horizontal.. Dan jgn kaget jika tiba2
senar anda terulur dgn cepat.
6. NOISY LURE
Kadang2 ikan2 spt terkunci mulutnya dan
menolak umpan apapun yg anda sajikan.
Mereka hanya mengikuti dgn enggan atau
mengamati saja lure anda.
Jgn putus asa, cobalah mengganti lure anda
dgn lure yg bergetar dgn hebat dan bersuara
keras. Mainkan dgn cara twitching dan retrieve
berulang-ulang ddepan hidungnya utk
mengganggunya. Biasanya strike terjadi bkn krn
ikan lapar tp semata-mat
7. CURIOSITY KILL THE FISH
Sebagian besar predator sgt suka mengikuti
apapun yg bergerak yg memungkinkan utk
mereka telan, semata-mata hanya karena sifat
ingin tau/penasaran mereka (Curiosity). Sekali
anda melihat seekor ikan mengikuti lure anda,
anda punya kesempatan utk mengeksploitasi
rasa ingin tau mereka. Kadang2 hal ini akan
membuat anda frustasi krn ikan ber-kali2 hanya
mengikuti umpan anda. Tp justru saat inilah
saat yg plg tepat utk menguji skill anda. Saran
saya adalah, cobalah mengkombinasikan semua
faktor2 yg telah saya sebutkan sebelumnya, yg
bisa memicu naluri pemangsa. Sebagai contoh,
anda bisa memulai dgn putaran full speed utk
memancing naluri mengejar mrk, lalu pause
sejenak agar agresifitas mrk terpacu, dan
dilanjutkan dgn twitching utk mengganggu
mereka. Anda jg bs melakukannya dgn urut2an
sesuka anda. Teruslah mencoba dgn variasi yg
berbeda2x, siapa tahu Rasa ingin tau sang
ikanlah yg mgkin menjadi kunci sukses anda
hari ini..
8. QUICK CHANGE UP!
Salah satu kelemahan lure fishing adalah
banyaknya species predator yg hanya memberi
anda 1 kesempatan emas utk melempar
sebelum sang ikan memutuskan utk menolak
lure anda. Artinya ketika anda hanya brhasil
memikat ikan utk memberi perhatian pada
lemparan pertama dan kedua anda, maka pada
lemparan ketiga, keempat dan seterusnya,
peluang utk terjadinya strike dgn cara yg sama
akan semakin kecil. Maka, ketika anda melihat
ikan mengikuti umpan anda dan menolak
membahamnya, jgn buru2 melemparkan umpan
anda lg dan berharap si target akan tertipu kali
ini. Lakukakan change up (perubahan) dan
lakukan dgn cepat (quick). karena ikan pnya
ekor dan sirip, dia tdk akan diam saja disitu
melihat org bodoh melakukan hal yg sama ber-
ulang2x tp mengharapkan hasil yg berbeda.
Merubah TYPE, UKURAN, dan WARNA lure
adalah tindakan yg tepat yg mungkin bisa
membangkitkan naluri berburu sang pemangsa.
Kadang2x perubahan yg dimaksud tdk selalu
harus berarti mengganti lure. hanya dgn
Merubah cara anda memainkan lure spt yg
telah kt bicarakan sebelumnya pun tdk
masalah, yg penting sang target benar2 melihat
sesuatu yg baru yg menggugah seleranya.
9. KNOW YOUR LURES
Yg terakhir, setiap lure memiliki karakter yg
berbeda-beda. Misalnya lure tipe floating, dia
memiliki titik buoyancy dekat di bag belakang
tbh nya. Artinya ketika kt menghentikan retrieve
sejenak, maka lure ini akan menjadi nungging
didalam air dan merangsang predator utk
menerkamnya. Hehehe… Lure yg lain mgkn
akan menunjukkan aksi yg berbeda dgn speed
yg berbeda, atau mgkn akan lbh noisy jk di
twitch dgn irama yg berbeda. Mengetahui hal
ini semua akan sgt membantu anda memicu
nafsu berburu sang target. Jadi, kenalilah lure
anda!
Setelah membaca tulisan ini mgkn sebagian
dari anda mendapati bhw byk hal yg
kontradiktif dgn pengalaman yg anda alami
sendiri. Hal ini tentunya sangat dimungkinkan
mengingat setiap ikan di daerah yg berbeda-
beda tentu mempunyai reaksi yg berbeda-beda
thdp lure dan cara anda memainkannya,
tergantung pd karakter individual sang target
dan jg lingkungan sekitarnya. Tujuan saya
hanya berbagi informasi dgn anda. Jangan
jadikan note ini sbg acuan utama anda. Sy sdh
ckp puas jika anda men-tag sy di album hasil
castingan anda stlh anda berhasil menipu sang
pemangsa krn mempraktekkan apa yg telah
anda baca.
Terimakasih.
Selamat menipu..

Senin, 27 Oktober 2014

Mancing dikancani ro Slamet



Agi pengen mancing ae ra eneng kancane tak SmS do ra mbalesi tak telpon ra do aktif,, jalan siji2ne aku moro nang nggon Slamet soale deweke nang Ngomah,, aku banjur moro nang nggon slamet ngajak mancing,. 
Aku: met mancing yok?" 
Slamet: sik dilit bro, soale aku nunggu mamak'u tuku Mie rep gawe madyang,,
Aku: yow tak enteni karo mbenek'e walesane ben engko tinggal Uncal, akhire slamet wes madyang terus mangkat uncal nang kali cedak Pasar, soale iwake akeh tp sampahe yo akeh,, tekan panggonane aku ro Slamet terus nyiapke ubo rampe,, terus plang, plung umpan wes di jegurke kabeh tinggal nunggu sinambi Udut2 karo ngobrol2. 
Aku: met sajakne kene ki iwake akeh tp kok akeh sampahe yo?"
Slamet: haiyo, jian ra ngerti kene ki do gawe mancing, 
Aku: lha met kae pancingmu mentelung coba di tarik menowo iwak mbarang, akhire slamet narik walesane 
Slamet: bro abot tenan ki 
Aku: gede po iwake?
Slamet: mboh yo, tp kok ra eneng perlawanan ki?
Aku: paling sampah kui?
Slamet terus narik nganti keju mbasan tekan pinggir Slamet mbengok" bajigur ki jebule pancingku kecantol katok, jian ra urus tenan ngguwang katok we nang kali asem, asem,
nggon aku pancinge mentul2 di pangan iwak, terus aku mbengok" ngene iki Met iwak tenan dudu katok, akhire aku entok 1 nila 5 nyarian, lumayan keno gawe ngilangi sial'e.
Slamet njawab" asem tenan kok, di gondol pisan ae malah katok sing nyangkut, bro aku tak pindah medun ndisek yo nggon pondasinan kono kae,?
Aku jawab" yow kono engko tak susul,, akhire slamet pindah le mancing, kiro2 10 menitan slamet mlayu nang nggon aku karo ngomong" bro nng kono eneng cewek ayu tenan njagong nang jejerku le mancing," aku jawab" cocok to, mancing di kancani karo cewek," Slamet jawab" ceweke mung mesam mesem terus je, aku jawab" kok ra di jak kenalan lumayan to mumpung koe rong dwe bojo" Slamet jawab" aku ra wani Isin bro?" aku jawab" Yo tak kancani tp koe lo sing ngomong?" Slamet jawab" yo engko nek aku wani," terus aku ro slamet marani cewek mau mbasan tekan nggon cewek mau,,,,,,,,,,,, Leren ndisek lur tak madyang ndisek,,


Tak teruske critoku Lurr,,
mbasan wes tekan nggon cewek mau aku rodo kaget soale di delok penampilane biasa2 wae, di delok rupane lumayan lah, tp nek di delok gerak gerike ki rodo ndrawasi, lha terus aku ngomong ro slamet tp alon2" met manteb met ayo ndang jak kenalan tak rewangi doa wes, " slamet njawab" aku ra wani bro,, mbok koe ae sing kenalan," aku jawab" yo tp nek ceweke gelem ro aku koe ra meri lho,, slame2 njawab" yow teko engko domongke di jak kenalan ro koncoku ngono" 
agi arep nyedaki cewek mau, ceweke noleh karo mesem, tp aku malah dwe perasaan ra enak soale meseme kok nyolowadi, aku mundur meneh nyedaki Slamet karo ngomong" Met, koe ae ketoke ceweke gampang jak kenalan soale ket mau mesem ae je, Slamet njawab" yo tak wanek2e bro mugo2 iki dadi jodoku" aku jawab" yo sip tak doake Met, akhire Slamet mlaku rodo nggaya karo ngusap2 rambute sing mung sitik, alu mung ndelok seko kadohan, mbasan wes cedak ki cewek mau langsung ngekep slamet karo nyekakak banter banget, lha slamet ki langsung berusaha ucul seko kekepane cewek mau karo ngomong" Bro aku rewangi cewek mau iseh nyekakak karo ngomong" kangmas ayo ndang mulih" begitu slamet ucul seko kekepane cewek mau slamet mbengok" wong edan mlayuuuu,,, aku malah nyekakak nganti kepoyoh nng katok slamet mlayu sipat kuping, aku yow njuk melu mlayu tapi aku karo nyekakak terus ngomong" modyarrr koe Met di kekep wong edan ha,ha,ha,ha,, mbasan wes adoh seko nggon cewek mau slamet mandek terus aku nyedaki slamet, Slamet ngomong" asem tenan kok jebule wong edan to? Karo ngelus2 dodone," aku jawab" enak to di kekep wong edan, ha,ha,ha,, slamet njawab" enak mbahmu kui aku wae meh semaput saking wedine, koe ki koncone sial malah nyekakak wae" wes mulih ae yow?" aku jawab lha piye pancingmu rep kok tinggal po? Slamet jawb" kono jipokke pancingku aku wes ra wani mrono meneh" karo ngguyu aku jawab" yo tak jupuk'ke rep kirim salam ra karo cewekmu?" slamet jawab" bajigur ki ngecee,, akhire aku njupuk walesane nggon slamet terus karo mberesi nggon aku akhire akhire mulih mung entok iwak 1 tp oleh critan anak putu,, tekan pasar ki slamet mampir nang warung tuku wedang, terus aku ngomong" sesok mancing neh nang nggon mau meneh yo?" slamet njawab" wegah wes sepisan iki aku di kekep wong edan rasane nang dodo ra ilang2 wedine" karo ngguyu aku ngomong pokok'e jos gandos kekepan sang bidadari.. Sekian wassalam.

Pasiran


Hampala jogja


Minggu, 26 Oktober 2014

Kamis, 23 Oktober 2014

Selasa, 21 Oktober 2014

Tonton "Nyekel iwak nganggo tangan" di YouTube




Nyekel iwak nganggo tangan: http://youtu.be/u92XRlh-Ncs

--
Dikirim dari aplikasi myMail untuk Android


Tambak


Wah ada bonefish nya


Kacamata


mancing nang dam sambisari




Iki kejadian mau sore nang Dam Sambisari,,,, aku mangkat jam 4an sore rekane rep nyusul konco2 sing do mancing, pas tekan dam sambisari sisih nduwur ki ketemu wong mancing 2 tuo2 aku terus nyedaki ngobrol ngalor ngidul soale sing sijine pernah mancing bareng karo aku pas nang kabunan, dadi yo tambah le kepenak le do omong2an, aku terus ngomong" pak sinten sing mbuka enceng gondoke niku?" wonge terus njawab" kulo mas wau awan tp ra iso ombo le mbuka soale jero je mas" aku njawab" lha kene iki cen jero mas wong ndisik ki kene iki gerongan jero" wong mau njawab bener kui mas aku mau sempat ke blebek sak gulu je" lha terus wong mau nguncalke pancinge malah kecantol enceng gondok, di tarik2 ra gelem ucul akhire koncone ki ngomong" ceguri ae sekalian disingkirke enceng gondoke ben ombo gawe uncal yo ra nyangkut2" wonge njawab" wah wegah aku mau wes ke blebek mosok rep mbaleni eneh?" lha koncone ki njawab" yo nganggo akal ra mung okol wae" terus wong mau lungo golek empring 4 terus di taleni rekane rep gawe rakit dadakan, mbasan wes oleh ki aku terus ngrewangi le naleni pring mau, mbasan wes dadi ki wonge ngomong" saiki jajalen koe ra mungkin teles nek nggowo kui" akhire wong mau numpak pring mau,wonge ketoke yo wes mikir nek pringe ra bakal ngambang soale abot wonge , agi wae rep njupuk pancinge sing ke cantol mau dumadakan bapake oleng terus ke jegur,,,,, blung,,,, lha pas tibo ki deweke ngomong" lha tenan to aku mau wes mikir nek rep tibo soale pringe ra kuat" lha koncone sing 1 ki ngomong" wes sisan ndene kliwat klebus singkirke enceng gondoke sisan" terus wong mau nariki enceng gondoke deweke selot nengah mbasan entok sing jero ki deweke ke blebek karo mbengok2" drus tulungi aku aku ra iso obah ki" aku rep nulungi yo wedi bapake sing 1ne terus nulungi melu njegur, bar narik koncone sing geblebeg kui wong 2 mau malah do guyon, guyang2an banyu ro balang2an enceng gondok, aku mbatin" agi iki weruh wong tuo do jeguran koyo cah cilik" ra sue mentas wong 2 mau mbasan tekan nduwur ki wong 2 ki malah do engkel2an ra gelem ne di salahke, aku sing enom dewe mung iso meneng ae,, terus aku pamit karo ngomong" monggo pak kulo tak wangsul rumiyin sekecak'aken anggenipun gojekan" terus aku mulih ra sido nyusul konco2ku, cekap semanten njeh,, wassalam

Sabtu, 18 Oktober 2014

Jumat, 17 Oktober 2014

Mancing nang kali gede double strike hampili langsung release he3


Kenur


mancing nang kali legok




Wektu mancing nang kali Legok ono kejadian sing rodo mrinding tekan saiki nek kelingan,, singkat cerito pas aku mancing dewe nang Legok aku mangkat jam 2 sore nah tekan panggonane kui cen resek tor ngisor jembatan tp ngisore ki koyo terowongan soale memang dowo kiro2 20 meteran, lha lagi asyik2e mancing dumadakan teko wong yo ugo rep mancing. Pikirku kepeneran eneng kancane le mancing, wong mau terus nyedaki aku karo takon" sampun angsal dereng Mas?" aku jawab" angsal sekedik mas niki mung iwak Lele,, aku karo weruhi bronjongku, terus wong mau jejer aku mancing, kiro2 jam setengah 6 suasane wes rodo petheng aku ngomong karo wong mau" mas nggo mulih sampun magrib niki?." wong mau ters njawab" mangkeh riyen mas soale kene iki nek bar magrib iwake mangane apik," aku jawab" nggeh kulo rencangi" ra suwe seko terowongan kui eneng suoro " NGUNGG,NGUNGG,,,, Aku terus takon karo wong mau" mas suoro nopo niko?" wong mau njawab" biasa mas paling suoro mubil nang nduwur jembatan," aku takon meneh" lha kok selot banter suorone?" wong mau terus noleh nggon suoro mau, terus ngomong" mas monggo wangsul sak niki nggo?" aku malah penasaran terus takon" lha onten nopo to Mas?" wong mau njawab" niku mas ireng2 ting njero terowongan, karo ngacung tangane" aku terus ngematke nggon terowongan kui, lha mbasan tak mat2ke dumadakan njedul wong gede banget awake ireng matane abang aku langsung njenggirat karo mbengok Demit mas, demit kui" wong mau langsung kipat mlayu munggah ( dalane lunyu tor mereng banget) saking kewedene ra ngematke dalane aku yo mlayu tp aku lewat dalan sing mau tak gawe mudun, lha dumadakan ono suoro BYUURRR,, Aku langsung noleh jebule wong mau ngglinding njegur kali, wong mau terus ngomong" Mas tulungi aku mas, aku terus mandek ndekeke walesane karo iwake, terus nulungi wong mau, karo namatke nggon terowongan terus mbasan wong mau mentas ki langsung mlayu ninggalke aku, lha kau yo mbengok " mas aku malah kok di tinggal to??" wong mau iseh petekelan munggah perengan ra nggagas aku mbengok2 lha pas aku rep munggah ki eneng koyo tangan nyekel pundaku aku langsung mbengok2 tolong,tolong,tolong,, aku rawani noleh aku terus mlayu munggah. Sik leren ndisek yo engko sambung meneh..



 Lha aku munggah ki rumongsoku yow wes adoh tp tak rasak2e ki abot tenan koyo di gendoli watu gede kae,, rodo suwe ki akhire aku tekan nduwur, wong mau ngenteni aku karo lenger2 mergo keweden aku yo ugo dodone nganti degdegan ra uwis2, terus wong mau ngomong" alhamdulilah mas njenengan mboten nopo2" aku njawab" njeh Mas, tp wau kulo sempat di cekel pundake je, aku ra wani noleh" wong mau njawab" di ngapuro mas njenengan wau kulo tinggal soale koyo ra sadar je mas saking wedine, aku jawab" mboten nopo2 mas" lagi omong2an ki dumadakan ono suoro kresek2 mlaku munggah aku agi rep mlayu eneng suoro," Mas Mas, tulungi aku mas?" aku kaget sak poolle lha akhire eneng wong seko nggon resek2 mau njedul karo ngomong" Sampeyan ki piye je mas tak cekel tanganmu malah mlayu ki, aku njawab" woalaah wau njenengan to sing ndemek pundaku??" wong mau njawab nggeh mas" koncoku sing mancing mau, mung meneng ae karo ngematke wong kui, aku terus njawab" lha sampeyan mau nopo to pak kok petheng2 ting kali? Wong mau njawab" aku ki mau mbaleni pacul sing keri nang ngisor kono" aku njawab" Oooooo" aku langsung kelingan pancing ro iwake iseh nang ngisor. Aku terus ngomong" waduh pancing ro iwaku ketinggalan nang ngisor, lha koncoku sing mancing mau yo ngomong" podho mas nggon aku malah ra ngerti soale mau pas tibo pancingku tak guwak, teruds wong mau ngomong" wes sesok ae le mbaleni pancinge ojo saiki ndak eneng opo2, aku njawab" eneng opo to pak? Wong mau njawab" wes teko sesok ae le mbaleni pancinge, nek sesok weruh pancinge tak openi engko jupuk nang omahku, aku ro koncoku langsung pamit karo ngomong" njeh pak nuwun mulo wangsul riyen njeh??" wong mau ngomong" sing ngati2 njeh mas..
Mekaten cerito kulo,. Wassalam

Gabus kocolan


Bisnis wader




Bagi sebagian orang, usaha ini mungkin dianggap
sepele: menggoreng wader (ikan air tawar ukuran
kecil). Namun, berkat usaha ini, Supriyadi (47),
warga Dusun Santan, Guwosari, Panjangan,
Bantul, meraup omzet Rp 90 juta per bulan dan
memberi sumber nafkah bagi 12 pekerjanya.
Wader goreng produksi Supriyadi telah beredar di
79 toko oleh-oleh dan rumah makan di kawasan
Kabupaten Sleman dan Kotamadya Yogyakarta,
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kini, rata-rata dalam satu hari Supriyadi
menggoreng 200 kilogram wader dan selalu habis
terjual. Tak ada yang menyangka usaha yang
dirintis Supriyadi dengan modal awal Rp 60.000
ini berkembang pesat.
Supriyadi memulai usaha wader goreng pada
tahun 2000. Sebelumnya, ia bekerja sebagai
buruh pabrik di Jakarta. Krisis ekonomi yang
menghantam Indonesia tahun 1998 membuat
Supriyadi kehilangan pekerjaannya karena terkena
pemutusan hubungan kerja.
Supriyadi pun memutuskan kembali ke kampung
halamannya di Bantul, DI Yogyakarta, dan
meninggalkan Jakarta.
Di kampungnya, Supriyadi tertarik dengan usaha
yang digeluti mertuanya, yakni menggoreng
wader. "Dengan modal Rp 60.000 saya ajak istri
untuk membeli wader lalu digoreng. Setelah
dijual ternyata responsnya positif. Saya lalu
menambah jumlah wader dengan mencari
pinjaman sana sini," ujarnya, beberapa waktu
lalu.
Sampai tahun 2006, usaha wader goreng
Supriyadi belum menunjukkan hasil yang
signifikan. Gempa bumi yang melanda Yogyakarta
sempat membuat usahanya terhenti selama enam
bulan.
Saat itu, Supriyadi seolah kehilangan semangat
untuk bangkit. Rumahnya rata dengan tanah.
Namun, berkat dorongan keluarga, Supriyadi pun
memulai kembali usaha wader goreng.
Tahun 2007, bapak tiga anak itu mendapatkan
bantuan modal Rp 40 juta dari pemerintah. Dana
tersebut dimanfaatkan untuk membeli peralatan
menggoreng, alat mengemas, dan peralatan
pendukung lainnya. Semua peralatan tersebut
dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.
Kini wader goreng Supriyadi telah populer
sebagai salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta.
Wader goreng yang krenyes-krenyes, menjadi
daya tarik utama bagi konsumen.
Rahasia krenyes-krenyes wader goreng produksi
Supriyadi itu terletak pada cara menggorengnya,
yaitu melalui dua tahap penggorengan.
Pertama, wader digoreng dengan tepung kering.
Bila pesanan tidak terlalu banyak, wader gorengan
pertama ini bisa disimpan hingga satu minggu.
Namun, untuk mendapatkan wader goreng siap
konsumsi, wader gorengan pertama di campur
dengan tepung basah lalu digoreng kembali. Hasil
dari penggorengan tahap kedua ini bisa tahan
sampai tiga bulan.
Supriyadi juga peduli pada kemasan. Selain
mengemas dalam plastik, ia juga menawarkan
wader goreng kemasan stoples seharga Rp
20.000. Adapun kemasan plastik harganya Rp
15.000 per 200 gram.
"Kemasan penting untuk menarik konsumen.
Kalau dibuat menarik, mereka bisa
memanfaatkannya untuk oleh-oleh," ujar
Supriyadi.
Kepercayaan konsumen pun dia bangun dengan
memberi jaminan kelayakan produk. Supriyadi
melengkapi usahanya dengan sertifikat pangan
industri rumah tangga (PIRT). Usaha milik
Supriyadi ini menjadi satu-satunya usaha skala
rumah tangga sektor perikanan di Bantul yang
mengantongi PIRT.
Selama ini, lanjutnya, pengusaha makanan kurang
peduli pada PIRT. Padahal, untuk bisa menembus
ritel modern, PIRT biasanya jadi syarat utama.
Usaha wader goreng Supriyadi kini bukan hanya
memberi penghasilan kepada 12 pekerjanya, tapi
juga pembudidaya ikan dari berbagai daerah yang
selama ini menjadi pemasok wader segar.
Supriyadi mendapat pasokan wader segar dari
Wonogiri, Purwodadi, dan Pati, Jawa Tengah,
serta Bantul, DI Yogyakarta.
Supriyadi tak berhenti hanya puas menjadi
pengusaha wader goreng. Ia masih memiliki
obsesi untuk membangun kampungnya menjadi
daerah tujuan wisata kuliner.
"Selama ini wader goreng hanya kami titipkan
sehingga manfaat untuk masyarakat sekitar tidak
optimal. Jika Dusun Santan bisa jadi ikon wader
goreng dan mendatangkan banyak pengunjung,
masyarakat pasti akan ikut menikmati," ujarnya.
Supriyadi sudah membuat rancangan
pengembangan rumah makan di kampungnya.
Dalam desain tersebut, ia mencantumkan
pembuatan arena bermain anak dan taman. Dua
sarana ini dinilai penting agar pengunjung
mendapatkan nilai lebih. "Mereka tidak hanya
makan, tetapi juga bisa bermain dengan
keluarganya," tutur dia.
Diversifikasi produk pun dilakukan, dengan
membuat ini menjadi strategi agar konsumen
tidak jenuh. "Saya juga sedang berpikir membuat
kerupuk dari limbah wader dan udang. Selama ini
limbahnya dibuang, padahal masih bisa
dimanfaatkan," kata Supriyadi.
Begitu juga dengan yang satu ini. Jika Anda
berkunjung ke Blitar, Jawa Timur, jangan lewatkan
kesempatan bersantap menu ndeso ala Mak Ti.
Warung kampung ini sudah tersohor dengan
sajian masakan khas desa, racikan tangan
Supiyati, pemilik warung Mak Ti.
Bagi Mak Ti, yang namanya rezeki memang tak
akan lari ke mana-mana. Lihatlah, hasil usaha
yang kini dia gendong. Meski berlokasi di
"pedalaman" Blitar, Jawa Timur, nyatanya warung
penjaja masakan pengusung sajian khas desa ini
senantiasa ramai kedatangan pelanggan.
Mak Ti mengawali usaha warung makannya sejak
tahun 2000 silam. Boleh dibilang, Warung Mak Ti
mengubah pakem soal lokasi bisnis. Maklum,
letaknya di pelosok Blitar. Tepatnya di Dusun
Ngelaos, Gododeso, Kecamatan Kanigoro, Blitar,
sekitar sekitar 10 kilometer arah selatan Kota
Blitar.
Bangunan warung makan ini tergolong ala
kadarnya. Bahkan, lantainya masih berupa tanah
alias belum terjamah semen. Dinding warung
juga masih berupa bilik anyaman bambu reyot.
Meski sederhana, satu hal yang patut mendapat
acungan jempol soal warung ini: kebersihan
selalu terjaga.
Nyatanya, ketenaran Warung Mak Ti sampai ke
mana-mana. Pembelinya berasal dari beragam
status sosial. Mulai dari kelas yang bersepeda
onthel alias rakyat jelata, hingga pejabat tinggi.
Salah satu pejabat yang pernah menyambangi
warung Mak Ti adalah Boediono, Wakil Presiden
RI saat ini. Maklum saja, Pak Boed memang lahir
dan besar di Blitar. "Pak Boediono terakhir ke
warung saya saat kampanye pemilihan presiden,
April lalu," beber Mak Ti, awal November lalu.
Menu ikan kali
Lantas, apa yang membuat warung nasi Mak Ti
begitu tenar dan banyak dikunjungi orang? Mak Ti
pun tak segan berbagi rahasia. "Saya menyajikan
masakan khas desa," kata perempuan paruh baya
ini.
Semua jenis masakan desa lengkap ada di sini.
Sebut saja sayur lodeh, pepes teri, pecak terong,
dan aneka macam lauk pauk. Kebanyakan, sajian
lauk olahan Mak Ti berupa olahan ikan sungai,
seperti ikan gabus, lele, nila, dan wader. "Semua
jenis ikan jendhil (ikan kali) saya sajikan," kata
Mak Ti.
Sebagai variasi tambahan, ada pula olahan
bandeng, serta menu daging ayam. Tentu saja,
sambal pedas penyengat lidah, plus nasi putih,
menjadi pelengkap hidangan. Oh, iya, bagi yang
suka masakan bersantan, di Warung Mak Ti juga
ada.
Mau tahu rasanya? Cobalah mencomot wader
goreng. Cocol dengan sambal pedas plus
sejumput nasi. Masukkan ke dalam mulut dan
rasakan efeknya. Boleh dibilang, gurih daging
wader berpadu dengan panasnya sengatan
sambal, menendang lidah. Mak nyos.., keringat
bisa mengocor di atas jidat.
Soal harga, dijamin tak akan membuat jidat Anda
mengerut. Dengan duit Rp 5.000, Anda sudah
bisa makan sepuasnya. Silakan tambah nasi
sesuka hati. Tambah nasi di sini gratis. "Kecuali
nambah lauk, nanti baru dihitung," kata Mak Ti.
Pendek kata, kepenatan dan keputusasaan
mencari lokasi Warung Mak Ti terbayar lunas
setelah menyantap aneka hidangan di sini.
Para pengunjung pun tak perlu berlama-lama
menunggu pesanan datang. Maklum, Warung Mak
Ti menyajikan ala prasmanan atawa self service.
Semua masakan diletakkan di atas meja besar di
bagian belakang warung. Nasi berada dalam bakul
bambu besar, sehingga pembeli gampang
mengambilnya sesuka hati. Sementara, lauk-pauk
bertumpuk dalam baskom besar.
Mak Ti berkata, resep rahasia olahannya terletak
pada racikan bumbunya. Mak Ti mencampurkan
bawang merah, bawang putih, cabai merah, laos,
dengan tempe bosok, diulek hingga lumat. "Pada
setiap masakan, saya lebih menonjolkan rasa
laos, sehingga bisa lebih gurih," terang Mak Ti.
Ibu tiga anak ini sengaja memisahkan tempat
menaruh makanan, area bersantap, dan lokasi
memasak. Tempat masakan matang terdapat di
bagian belakang warung seluas kira-kira 6 meter x
5 meter. Ruang santap di bagian tengah seluas
kira-kira 10 meter x 10 meter. Dapur berada di
samping kiri warung seluas sekitar 20 meter x 10
meter.
Di dapur inilah, Mak Ti bersama beberapa
pembantunya mengolah berbagai kudapan. Oh,
ya, untuk mengelola warung ini, Mak Ti dibantu
15 pekerja. Sebagian sebagai juru masak,
sebagian lain berperan sebagai pramusaji.
Mereka harus bekerja ekstrakeras lantaran
pengunjung selalu ramai, terutama di pagi hari,
jam makan siang, dan saat sore hari selepas jam
kantor. Dalam sehari, pengunjung warung Mak Ti
bisa ratusan orang.
Bahkan, akhir pekan, pengunjung bisa
membeludak lebih dari 1.000. "Saya membagi
pekerja dua shift, 10 orang dari jam 06.00–
16.00, sedang lima orang pu


Rabu, 15 Oktober 2014

Tonton "Wuih. Tuna bisa masuk ke dermaga" di YouTube




Wuih.  Tuna bisa masuk ke dermaga: http://youtu.be/74VVhGHcf_4

--
Dikirim dari aplikasi myMail untuk Android


ulam e telas




Pas mancing nang kali ki aku ketemu wong tuo jare saiki ki iwake wes ra koyo jaman mbiyen, aku terus takon"
aku: Mbah nek jaman ndisek ki iwak kali kene iki akeh ra mbah?
Simbah: wah yo akeh tenan Le, ora koyo saiki, angger aku mangkat mesti nggowo bali sak kepis 
Aku: mergo nopo njeh mbah kok sak niki iwake soyo entek?
Simbah: mergone yo macem2 Le, mergo di setrum lan di obat kui sing marake iwake sudo
Aku: nopo jaman riyen mboten onten tiyang nyetrum nopo mbah?
Simbah: jaman ndisek ki yo ono sing nyetrum tp ora koyo saiki, saiki nyetrum ki gawe sandang penguripan dadi yo cepet le entek
Aku: berarti simbah le seneng mancing ki saking enom2an Njeh?
Simbah: tak critani yo Le,,, ndisek ki kali kene iki do gawe ados karo gawe umbah2 iwake ra usah di omongke akeh tenan wes pokok'e iwak opo ae eneng, angger ngiseng ndodok nang banyu ki silite langsung di totoli karo iwak, opo meneh nek duwe koreng ki korenge do di totoli nganti resik tor cepet mari wes pokoke ndisek ki akeh kenangane kali kene iki
Aku: mbah lek sakniki iwake wes do pinter2 njeh mbah, cacing mawon mboten purun mangan?
Simbah: lha iyo ki aku ket mau nggowo cacing yo ra di pangan2
Aku: sakniki iwake purun kaleh umpan2 sing enak2 je mbah
Simbah: opo kudu nggowo umpan roti po yo?? Wong aku dewe jarang2 mangan roti mosok kon gawe umpan
Aku: nek kulo tasih mbeto umpan alami Mbah niki kulo mbeto Lumut
Simbah: weh mbok kulo nyuwun Lumute yo Le ben simbah iso entok iwak
Aku: monggo mbah mang mendet sak cekape
Simbah: nuwun Le