Selasa, 22 April 2014

trik foto mancing by didiet



Kamera pocket point and shoot dan kamera bawaan dari handphone saat ini sudah banyak yang bagus. Kemajuan teknologi fotografi benar-benar luar biasa pesatnya, kadang kita takjub bahwa hasil foto yang indah hanya dihasilkan dari kamera saku atau bahkan kamera HP. Terlebih sekarang telah marak kamera mirrorless yang kemampuannya tidak kalah dengan kamera Digital SLR.

Saat kita memancing ikan, foto selfie dengan hasil tangkapan mutlak harus indah dengan mengoptimalkan gear yang kita punya. Momen foto dengan ikan yang indah akan membanggakan dan belum tentu dapat terulang lagi. Bagaimana tips dan trick membuat foto tersebut menjadi indah, berikut hal-hal yang harus kita perhatikan.

  1. KOMPOSISI

Dasar fotografi yang berkenaan dengan komposisi, cahaya maupun teknik memotret perlu anda kuasai. Komposisi dengan prinsip rule of third bisa menjadi awal. Buat garis imajiner yang membagi foto menjadi tiga bagian vertikal maupun horisontal. Lalu posisikan point of interest  di sepertiga atas/ bawah atau di kiri/ kanan. Penempatan subjek foto dalam posisi ini akan menguatkan kesan dinamis sebuah foto. Begitu juga pilhan format pengambilan foto, banyak-banyaklah menekan tombol rana dengan format vertikal ataupun horisontal.  

 

2.  CAHAYA

 

Perhatikan arah datangnya cahaya, apakah dari belakang, samping atau depan. Kamera saku/kamera HP umumnya memiliki keterbatasan menghandle kontras tinggi. Karenanya kita harus cermat mengatur komposisi agar cahaya berimbang ditiap bagian. Cahaya dari depan dan samping subjek bisa memberikan hasil yang lebih baik. Apabila tidak memungkinkan memperoleh cahaya dari depan atau samping, sehingga cahaya dari belakang adalah satu-satunya pilihan gunakan flash yang ada pada kamera anda sebagai fill in untuk menerangi objek. Ingat kemungkinan objek akan terekpose cahaya flash yang terlalu keras dan direct sehingga menghilangkan detail. Ini bisa diakali dengan mengurangi intensitas flash dengan menutup flash dengan tissue. Apabila berhasil hasil foto anda akan lebih indah dengan adanya efek rim light pada objek.

 

3.       ANGLE

Jangan terpaku terus mengambil gambar dengan posisi setinggi kita berdiri. Cobalah bereksperimen dengan mengambil sudut pengambilan gambar yang berbeda. Dari sudut pengambilan gambar yang lebih rendah (low angle) ataupun dari sudut yang lebih tinggi (bird eye angle). Cari tempat yang memungkinkan anda dalam posisi yang lebih tinggi atau rendah. Tips ini akan membuat foto anda berbeda dengan yang ada dan tentu menarik perhatian yang lebih.

 

4.       EXPOSURE

Banyak kamera saku saat ini sudah dilengkapi pengukuran cahaya  center weighted, spot, maupun matrix metering. Pengukuran matrix bekerja baik pada sebagian besar kondisi pencahayaan. Metering dibutuhkan untuk mendapat exposure yang tepat berkenaan dengan jumlah cahaya yang dibutuhkan untuk merekam gambar pada sensor digital. Ada tiga setting yang mengatur exposure yaitu aperture/diafragma lensa (f-stops), shutter/kecepatan rana, dan ISO/ sensitifitas sensor.

 

Mode pemotretan otomatis (untuk kamera Nikon, Fuji, Sony) yang berkenaan dengan exposure bisa dipilih sebagai berikut:

  • Aperture (A) priority, anda menentukan diafragma sedang kamera otomatis menentukan shutter speed yang dibutuhkan.
  • Shutter Speed (S) priority, anda menentukan shutter speed sedang kamera otomatis menentukan bukaan diafragma yang dibutuhkan.
  • Program (P) dan Otomatis, kamera menentukan seting bukaan diafragma maupun shutter speed yang dibutuhkan.
  • Selain mode diatas ada juga scene pemotretan seperti: night scene, potrait, sport, dll.

 

Hampir semua mode diatas memberikan hasil pengukuran exposure yang baik. Namun pada kondisi khusus seperti subjek terang dengan latar terang atau subjek gelap dengan latar gelap, anda membutuhkan kompensasi exposure yang memungkinkan menambah atau mengurangi jumlah cahaya dari yang ditunjukkan kamera. Metering bisa tertipu sehingga kendali anda diperlukan. Fitur kompensasi exposure termasuk mode manual sudah lumrah pada kamera saku sekarang.

 

5.       Mengunci titik fokus (focus lock).

Fasilitas khusus penguncian titik fokus dimiliki oleh sebagian besar DSLR, tapi tidak demikian halnya dengan beberapa jenis kamera saku. Namun demikian penguncian fokus pada semua jenis kamera termasuk kamera saku dapat dilakukan dengan menekan rana/ shutter release setengahnya. Teknik ini berguna ketika titik fokus kamera hanya tersedia ditengah sedang kita tidak ingin menempatkan subjek foto ditengah tapi pada komposisi lain sesuai keinginan. Untuk itu caranya dengan mengunci titik fokus, tekan tombol focus lock atau tekan rana/ shutter release setengahnya kemudian komposisi ulang foto (recompose) sesuai keinginan, setelah pas tekan rana/ shutter release sepenuhnya.

 

6.       Manfaatkan flash.

Dalam beberapa kondisi, flash dapat meningkatkan kualitas hasil foto yang dibuat. Misalnya pada pemotretan siang hari dimana pada subjek foto manusia sering timbul bayangan yang menggangu dibawah mata ataupun hidung, dengan flash hal ini dengan mudah dapat diatasi. Teknik ini dikenal dengan istilah fill in flash. Walau peran flash bisa diganti reflector, namun tidak semua orang memiliki dan mau membawa aksesoris tersebut.

 

7.       Editing dengan software pengolah gambar

Foto yang bagus biasanya tidak memerlukan koreksi digital room yang berlebihan. Cukup lakukan koreksi level, curve, color adjustment, shadow/highlight, burning/dodging, USM. Atau apabila diperlukan untuk memberi efek tertentu misalnya sephia, flare dsb lakukan dengan tetap mempertimbangkan nilai seni dan keindahan yang tidak berlebihan.

 

8.       Pose/Ekspresi

Sedapat mungkin berilah porsi lebih untuk mengekspose keindahan ikan. Ketika melihat foto catch report tentu kita terlebih dahulu melihat ikan bukan? Setelah itu baru anglernya hehehe. Tersenyumlah dan bagilah kebahagiaan anda dengan penikmat foto ikan tangkapan anda. Catch report yang menampakkan angler tanpa ekspresi tentu akan mengurangi bobot foto indah anda..:) 

 

 

 

Admin C2


Tidak ada komentar: