Rabu, 31 Desember 2014

Berangkat mancing

Casting di sungai kecil


Arosbaya


memburu ikan tengiri



Daya tarik ikan tenggiri sepertinya tiada pernah habis. Dari dahulu hingga sekarang ikan tenggiri terus menjadi target pemancing. Daya sergap dan kecepatannya berenang bagaikan torpedo membuat pemancing gandrung dan menyukainya. Ikan yang memiliki daging yang gurih ini hampir keberadaannya selalu dirindukan, maka jangan heran bila musim tiba-tiba pemburu tenggiri selalu menanti, seperti di daerah Teluk Jakarta dan tentunya juga daerah lainnya.

Ikan tenggiri/(mackerel)/ merupakan ikan yang tidak asing bagi nelayan atau pemancing. Ikan yang memiliki bentuk tubuh langsing memanjang, dengan warna keperak-perakan dan di tubuhnya hampir terdapat garis-garis seperti zebra cros selalu hidup berkelompok dalam mencari makan. Ikan yang tergolong sebagai ikan pelagis, maka ikan tenggiri suka berpindah-pindah lokasi. Saat tertentu ia hidup di karang tertentu namun beberapa hari kemudian ia pergi mengembara untuk menyambung kehidupan.Jadi ikan ini tidak menetap pada satu satu lokasi layaknya ikan dasar seperti kakap, jenaha dan kerapu.

Postur tubuhnya yang langsing tentu saja mendukung tergolong karakter hidupnya sebagai penjelajah tinggi. Dari postur tubuhnya itu kita bisa mengerti bahwa ikan ini adalah ikan pemburu yang handal. Daya serangnya yang cepat di dukung dengan tajamnya giginya membuat ikan lain seperti ikan como, ikan selar dan ikan yang lebih kecil tidak berdaya menghadapinya.

Sebagai ikan predator sekaligus ikan pelagis maka ikan ini banyak dinantikan kehadirannya dalam setiap musimnya. Ikan tenggiri selalu mendatangi kawaan Teluk Jakarta bersamaan angin barat yang jatuh umumnya pada bulan januari hingga agustus. Pada musim timur tua yaitu bulan September ikan ini kembali datang.

‪#‎Suka‬ Mencari Makan di Karang Luas

Sebagai ikan pemburu yang handal, tenggiri selalu mengincar keberadaan ikan-ikan kecil yang menjadi santapannya. Ikan-ikan kecil seperti selar,como dan kembung biasanya mencari makan di daerah yang berkarang cukup luas dan dangkal. Lokasi karang luas dan panjang yang merupakan rumah ikan-ikan kecil ternyata menjadi tempat yang menjanjikan bagi tenggiri,dengan meruahnya makanan untuk menyambung hidup.

Jika ikan tenggiri menjadi lebih besar ia tidak hanya tinggal di daerah yang berkarang dangkal, namun pergi mengembara ke tengah lautan untuk mencari makanan. Ikan tenggiri besar lebih memilih hidup secara solitaire atau menyendiri dalam memburu mangsanya.Ikan tenggiri besar dalam mencari makan harus juga bersaing dengan ikan pelagis besar lainya seperti barakuda, marlin dan layaran. Maka jangan heran bila anda mancing trolling di lautan dalam umpan anda di makan oleh tenggiri.

‪#‎Memburu‬ Tenggiri Dengan Teknik Koncer

Untuk memburu ikan tengiri dengan teknik koncer maka kami akan sajikan bagaimana kebiasan para nelayan dan pancinger Kepulauan Seribu-Jakarta.Meski teknik ini sebenarnya teknik umum dan tidak mengenal batas wilayah. Bobot ikan yang terpancing di perairan Kepulauan Seribu umumnya berkisar 3-4, memang kadang-kadang tertangkap tenggiri yang berukuran besar dengan berat 10 kg, tentu saja jika di daerah Kepulauan Seribu
ikan tidak terlalu besar maka untuk mendapatan perlawanan yang aduhai enaknya lebih baik menggunakan perangkat yang kecil pun yaitu kelas kenur antara 2-8 kg sudah cukup.Namun jika daerah mancing menghasilkan ikan tenggiri yang besar seperti daerah Indonesia timur, atau Ujungkulon dan Binuangeun yang ikan tenggirinya boleh dibilang monster lantaran beratnya mencapai di atas 20kg maka piranti pun haruslah besar pula.Kembali ke wilayah Teluk Jakarta untuk spesifikasi piranti pada umumnya sebagai berikut:

*Joran*

Pilih joran jenis light spinning pendek ( 180-220 cm), bahan utama grafit yang terdiri dari satu atau dua batang. Aksi joran pilih yang melengkung dari tengah sampai ke ujung (kelas 2-4 kg) atau joran yang melengkung di ujungnya saja dengan kelas 65 kg-10 kg.

*Ril*

Penggunaan penggulung sebaiknya pilih yang model spinning dengan 2-12 ball bearing logam anti karat. Kalo bisa wadah dan spulnya terbuat dari grafit. Ukuran ril sebaiknya sama dengan ukuran kelas kenur atau naik satu kelas di atas ukuran kenur.

*Kenur*

Penggunaan kenur yang IGFA test lebih baik karena bila anda mendapat ikan untuk kategori rekor maka lebih aman. Biasanya kenur kecil kelas 8 lbs-20 lbs. Pinsipnya semakin kecil semakin galak namun diperlukan kelihaian dan jam terbang yang tinggi. Sedangkan kenur PE sebenarnya bisa juga digunakan untuk mancing namun kenur ini tidak lazim bagi pemancing yang gemar mancing koncer dan kenur PE sering digunakan untuk
mancing popping atau jigging.

*Tali Ujung*

Lantaran ikan tenggiri memiliki gigi yang tajam dan bentuknya menyerupai gergaji maka untuk itu antisipasi dengan menggunakan tali ujung dari kawat baja tunggal nomor 24-28 atau kawat serabut baja kelas 15-24 kg.Penggunaan kawat baja terbukti ampuh meredam geganasan sambaran tenggiri dimana pemancing tanpa takut kenurnya akan putus.

*Rangkaian Pancing*

Gigi tenggiri terkenal sangat tajam. Kebiasaanya menyambar umpan biasanya menyabar dari arah samping atau belakang dengan cara menyergap dan berang secepat kilat. Karakter sambaran dan daya serangnya yang tinggi itulah makan pemancing perlu melengkapinya dengan kawat pada tali penghujungnya. Bagi pemancing yang gemar mancing dasar dengan tehnik koncer yang menggunakan umpan hidup, agar presentasi ikan terkait maksimal umpan biasanya dipasang dua kail yang kedua-duanya harus mantap tertanam ke badan ikan.

*Umpan*

Ikan terggiri termasuk kategori ikan pelagis (permukaan). Di daerah Kepulauan Seribu ikan tenggiri lebih sering dipancing dengan cara koncer. Meski demikian ada juga pemancingya yang mancing dengan cara trolling. Ikan umpan yang paling sering digunakan para nelayan dan pemancing adalah ikan kembung hidup. Bagi pemancing yang suka trolling biasanya memilih ikan hidup yang tidak mudah mati dengan kecepatan pelan sekali. Agar ikan kecil tetap mengumpul pada satu lokasi saja maka yang dilakukan adalah membuang rebon (ngebom/chumming) atau dengan ikan kembung mati agar mendapat respon yang cepat dari si lincah tenggiri.

‪#‎Teknik‬ Menghajar

• Kebiasaan ikan tenggiri yang menyambar umpan dengan kecepatan tinggi tentu saja membuat kenur dalam sekejap keluar dari ril berpuluh-puluh meter. Jika tiba-tiba ril anda berderit keras janganlah panik. Biasanya hal ini yang sebentar karena tenggiri kecepatan berenang akan berkurang dengan sendirinya.
• Untuk mengantisipasi hal tersebut maka stel drag pada kekuatan 30% dari kekutan kenur sehingga kala ikan membawa kabur kita tidak usah kawatir akan putusnya kenur.
• Setelah perlawanan ikan tenggiri berhenti sekarang tinggal aksi pemancing untuk mengajar ikan ini. Mainkan joran anda secara berirama naik turun. Tarik joran ke atas lalu turunkan ke bawah lalu ikuti dengan memutar engkol ril. Jangan buru-buru dan terus kuasai keadaan hingga mendekati kapal.
• Jika tenggiri berenang ke arah kapal maka anda harus mengantisipasinya dengan cara menggulung secara cepat. Setelah kondisi kenur tegang anda haruslah hati-hati agar ikan tidak berontak dan menangkan pertarungan dengan si lincah tenggiri.

‪#‎Trolling‬ Tenggiri*

Ikan tenggiri bisa juga dipancing dengan teknik trolling. Mancing trolling atau istilahnya ma ncing tunda adalah mancing dengan cara kapal berjalan. Umpan diulur di belakang kapal dalam beberapa meter lalu kapalpun berjalan. Umpan yang sering digunakan untuk mancing ikan tenggiri pun beraneka ragam. Ada umpan buatan dan umpan alami. Umpan buatan seperti konahead, rapala merupakan umpan yang bisa dipakai untuk memancing tenggiri. Sedangkan umpan alami adalah ikan-ikan yang dijahit biasanya ikan kembung, dan tongkol. Dalam mancing trolling biasanya yang memakan bukan hanya ikan tenggiri tapi terkadang ikan wahu, barakuda,bahkan terkadang ikan layaran dan ikan pelagis lainnya.

Selasa, 30 Desember 2014

memancing di musim hujan



Memancing merupakan salah satu kebiasaan atau kegermaran yang biasa dilakukan oleh beberapa orang yang bertujuan untuk sekedar mengisi waktu luang atau mengembangkan bakat yang dimiliki. Bagi mereka yang gemar dengan kegiatan memancing, pastinya begitu terdapat kesempatan atau waktu luang, maka kegiatan memancing ini akan segera dilakukan, tidak peduli apakah cuaca sedang cerah, mendung atau bahkan hujan. Namun demikian, memancing di saat cuaca hujan pastinya menimbulkan kesulitan tersendiri karena suhu air yang turun terkadang membuat ikan enggan makan umpan, belum lagi keadaan pelampung yang selalu bergerak sehingga susah membedakan apakan umpan dimakan ikan atau tidak. Agar kegiatan memancing di saat hujan ini jadi tambah asyik, ada baiknya jika menyimak beberapa kiat dan tips memancing di musim hujan berikut.

Berikut beberapa kiat dan tips memancing di musim hujan sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

‪#‎Pakaian‬ Pelindung
Kenakan pakaian pelindung agar tubuh tidak basah oleh siraman air hujan. Menurut beberapa pemancing, dikatan bahwa tubuh yang terus menerus tersiram hujan saat memancing dapat memicu terjadinya hipotermia yang ditandai dengan keadaan tubuh yang menggigil, tremor atau bahkan ketidakmampuan mengendalikan pancing dan joran. ‪#‎Teknik‬ melayang
Pada saat hujan lebat, biasanya ikan enggan bergerak di permukaan, sehingga penggunaan pelampung harus di setel agak ke naik. Pelampung yang di setel agak naik akan mengakibatkan pemberat bergerak lebih dalam hingga hampir mencapai dasar. Dengan posisi umpan yang melayang, ikan yang berukuran lebih besar akan cenderung lebih senang memakan umpan. ‪#‎Hindari‬ tempat terbuka
Salah satu tips memancing di musim hujan yang sebaiknya tidak diabaikan adalah menghindari tempat terbuka, apalagi jika hujan lebat yang turun diikuti dengan sambaran halilintar. Selain meminimalkan resiko tersambar petir, menghindari tempat terbuka juga meminimalkan kontak dengan air hujan yang cenderung mengakibatkan turunnya suhu permukaan tubuh dan memicu hipotermia. 
‪#‎Barel‬ swivel
Menurut beberapa pemancing profesional, dikatakan bahwa penggunaan penuntun umpan atau dikenal dengan dengan barel swivel, akan memperbesar peluang keberhasilan memancing saat turun hujan. Masih menurut sumber yang sama, dikatakan bahwa penggunaan barel swivel yang berfungsi sebagai stoper timah, akan menyebabkan umpan terlihat bergerak secara alami mengikuti arus air dan ikan akan lebih tertarik untuk menghampiri kail. 
‪#‎Sesuaikan‬ umpan
Jangan lupa untuk menyesuaikan umpan dengan jenis ikan yang hendak dipancing. Tidak semua jenis ikan memiliki ketertarikan dengan umpan yang sama. Sebagai contoh umpan cacing posphor mungkin cocok digunakan untuk memancing ikan nila, sedangkan umpan ulat daun pisang mungkin hanya cocok digunakan untuk memancing ikan mujair. Dengan menyesuaikan jenis umpan dengan ikan yang hendak dipancing, maka peluang keberhasilan akan makin besar. Ketika hujan, usahakan umpan yang dipakai lebih amis agar tidak kalah dengan aroma air hujan.

Demikianlah beberapa kiat dan tips memancing di musim hujan yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan agar kegemaran memancing yang dilakukan makin mengasyikan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Senin, 29 Desember 2014

Stickbait


Monster tawes


mancing karangan




Rock Fishing

Mancing karang atau di kalangan para pemancing sering disebut /Rock Fishing/, adalah kegiatan mancing yang dilakukan di atas tebing atau karang di tepi laut. Tehnik ini sangat menarik untuk dilakukan, karena selain tujuan utama kita yaitu memancing, kita bisa sekaligus hiking dan camping karena lokasi mancing yang berada di tepi laut dan biasanya
harus melewati rute perjalanan yang ekstrim.

Tehnik ini merupakan tehnik yang sangat menantang bagi para pemancing. Tetapi tehnik ini juga sangat berbahaya dan penuh dengan resiko. Dengan ketinggian, sudut tebing yang curam, dan tajamnya karang, membuat tehnik ini penuh dengan resiko. Tapi bagi para pencari kepuasan mancing,tantangan-tantangan itu dapat dilewati dengan kebulatan tekad untuk mendapatkan strike ikan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan demi keselamatan pada saat /rock fishing/ :

• Pilihlah lokasi dimana disitu biasa para pemancing memancing ikan dan sertakan selalu poter atau navigator untuk pergi ke lokasi mancing karang. Biasanya poter merupakan penduduk didaerah sekitar lokasi mancing.
• Selalu waspada dengan ombak. Ketika memancing diatas karang yang tidak terlalu tinggi, hendaknya jangan terlalu lama membelakangi laut, karena kita tidak akan tahu kapan ombak nesar akan datang dan menyapu kita.
• Pakai pakaian yang ringan dan mudah dilepas ketika tiba-tiba terseret ombak.
• Kenakan sepatu yang aman dan bersifat melindungi kaki. Sepatu ber-grip dan tingginya minimal diatas mata kaki wajib digunakan agar tidak mudah terpeleset ketika jalan diatas karang dan terlindung dari goresan batu karang yang tajam.
• Terakhir dan tidak kalah penting yaitu, hormati laut dan alam sekitar. Jangan mengambil resiko yang tidak perlu karena dalam berinteraksi dengan alam, kita sepatutnya take and give.

Minggu, 28 Desember 2014

fenomena ada ikan




FENOMENA/TANDA TANDA KEMUNCULAN IKAN 
Sebenarnya alam sudah memberi petunjuk akan keberadaan ikan yang menjadi tujuan memancing kita. Beberapa petunjuk alam itu antara lain suhu air, perubahan warna air, arus, ombak, adanya ikan hiu, banyaknya ikan2 kecil (ikan umpan seperti teri atau serombongan ikan selar yang ketakutan) serta benda-benda yang cukup besar atau sampah dedaunan yang mengapung.Berikut beberapa pertanda alam adanya ikan: 

‪#‎Warna‬ dan Suhu Air
Warna air biru jernih kebanyakan dihuni oleh ikan2 yang menjadi primadona para pemancing "game-fish" seperti Marlin, Tuna dll hanya kadangkala ikan ini juga terdapat di perairan yang berwarna hijau gelap atau bahkan hijau terang yang menandakan bahwa air itu dangkal, hal ini wajar mengingat ikan2 predator saat mengejar ikan2 kecil mangsanya bisa jauh ketempat yang lebih dangkal.Sering juga tampak di tengah laut adanya garis perbedaan warna antara biru gelap dan biru terang atau biru dan hijau. Perbedaan warna itu disebabkan karena adanya perbedaan arus. Di lokasi yang jauh dari pantai akan tampak garis di antara biru gelap dan biru terang, sedangkan yang lebih dekat pantai biasanya akan tampak biru terang dan hijau. Tahukah anda bahwa di posisi perbedaan arus atau di garis inilah tempat yang paling disukai ikan ikan, karena di posisi ini banyak terdapat makanan ikan dan juga ikan2 kecil yang tersesat akibat perubahan arus?Jika di tengah laut kita menjumpai perbedaan warna seperti ini, maka cara terbaik untuk berharap mendapatkan ikan2 predator buruan kita adalah dengann Trolling zig-zag memotong2 garis perbedaan warna itu, dan jika perbedaan itu antara biru gelap dan biru terang gunakanlah umpan Kona Head/Pakula (cumi tiruan).Dengan warna yang disesuaikan dengan keadaan cuaca dan kondisi air laut.Sedangkan untuk trolling zig-zag di perairan yang mempunya beda warna biru dan hijau, gunakanlah rapala yang beroperasi di kedalaman 1 hingga 3 meter di bawah permukaan air.Jika anda pecinta mancing dengan umpan yang ditenggelamkan, jangan khawatir, pakailah cumi segar (umpan alami) kemudian tenggelamkan diantara perbedaan arus tersebut, maka jangan kaget jika tiba tiba ikan barracuda yang terkenal mempunyai gigi setajam silet itu langsung menyambar umpan anda. Tentunya kita pakai kawat nikelin beberapa cm dari kail untuk mengatasi putusnya senar.Suhu air dapat juga menjadi indikator, umumnya untuk suhu yang terlalu dingin ikan enggan untuk menetap disitu tetapi segera berpindah ke lokasi yang lebih hangat dan ternyata di lokasi yang lebih hanyat lebih banyak dihuni ikan2 kecil sasaran ikan2 predator. 
‪#‎Banyaknya‬ burung berputar-putar di atas air dan menukik
Pertanda alam yang paling mudah diamati adalah adanya burung2 ini yang terus berputar-putar di atas air. Bisa dipastikan di bawah terdapat serombongan ikan2 kecil yang kian kemari. Burung2 ini sebenarnya menunggu serangan ikan predator pemangsa yang menyambar dari bawah.Saat serangan dari bawah mulai terjadi ikan2 kecil akan kocar kacir bahkan berlompatan di atas air, nah saat itupun serangan udara oleh burung2 segera berlangsung mirip serangan pesawat F7 fighting falcon yang menukik tajam dan menyambar umpan.Ada tiga jenis burung yang harus anda amati dengan cermat yaitu elang laut (yang bermata super tajam), burung dara laut dan burung gangsa batu (nama latinnya gannet/sula-sp). Nah selain ketiga jenis burung itu keberadaan burung camar tidak perlu diperhatikan.Jika telah dipastikan lokasi yang banyak terdapat burung-burung di atasnya maka dekatilah dengan kapal secara perlahan dengan mematikan mesin. Usahakan jangan mengganggu gerombolan ikan2 kecil yang sedang berkonsentrasi bersatu…Jika telah mendekat dan tiba-tiba terjadi pergolakan seru yang ditandai menggelegaknya air dan suara kegaduhan serta para burung saling berebut ikan2 kecil itu tandanya mereka sedang diserang dari dekat, cara terbaik adalah dengann melempar umpan ketengah kerumunan ikan panik tersebut (popping) atau dapat juga dengann cara trolling popper mengitari area pembantaian itu.Dengan cara demikian besar kemungkinan ikan-ikan sasaran yang berada tidak jauh dari permukaan akan segera melahap umpan anda. Nikmatilah sensasi strike ikan Tuna atau cakalang atau tenggiri dengann sempurna.
‪#‎Rombangan‬ Tenggiri atau Cakalang
Jangan menganggap bahwa adanya serombongan tenggiri atau cakalang seukuran rata2 panjang 30 cm hanyalah gejala biasa saja. Justru saat-saat itu bisa dipastikan akan muncul ikan predator kecepatan tinggi yaitu Tuna (sirip kuning/biru).Jika menjumpai serombongan jenis-jenis ikan tersebut cobalah pancing beberapa ekor dahulu dan kelak digunakan untuk mancing tuna. Caranya adalah kita menunggu sejenak hingga serombongan ikan tadi berlari panik ke satu arah tertentu. Pada situasi itu lemparlah umpan yang dipancing tadi (sejenis) ke arah belakang rombongan tenggiri, dipastikan dalam hitungan detik anda sudah kewalahan melawan berontakan tuna melahap umpan yang dilemparkan kearah belakang tadi, tentunya anggapan Tuna ikan yang paling belakang adalah sasaran empuk apalagi tampak tak berdaya. Kiranya ini dulu ulasan mengenai fenomena ikan

Jig head


iwak pe




Banyak kejadian pemancing tersengat taji ikan pari dan posisi pemancing jauh dari sarana pertolongan darurat (tengah laut), Berikut beberapa Tips untuk menghindari bahaya sengatan taji ikan Pari.

1. Jika ada air panas bisa dikompres pake air hangat (agak panas lebih baik) dulu + minum obat pereda rasa sakit (jika ada) untuk mengurangi rasa sakit ... kompres bisa dilakukan berulang ulang
2. Jika ada pohon bidara ambil getahnya teteskan pada luka, dan jangan dibasuh pakai air tawar.
3. Sebagai patokan umum, sebagian besar 'bisa/racun binatang' itu bahan dasarnya adalah protein, sedangkan protein akan terurai oleh suhu panas yang ekstrim. Makanya kompres dengan suhu sepanas mungkin akan membantu meredakan rasa sakitnya. Dalam kondisi darurat, kalo ga ada air panas - coba aja (maaf) kencingin. soalnya efek negatif 'bisa' akan menurun kalo kena amoniak. dan air seni itu mengandung amoniak yang cukup tinggi. tapi efek negatifnya (mungkin) : bau pesing, bau jengkol, dsb he he he he.....
4. Jika tips di atas sudah dilakukan, bawa segera korban ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan lanjutan.
5. Biasakan pergi mancing menggunakan pakaian yang safety (lengan panjang/jaket, celana panjang, sepatu mancing, topi, sarung tangan, kacamata dan penutup muka/cadar ~~ kaya mau piknik) dan membawa tas P3K dengan isi secukupnya (obat penghilang rasa sakit, balsem, obat luka, perban, gunting, korek api), serta bekal makanan dan minuman.

Sekedar saran,
Jika mendapat ikan Pari, segera buang taji di bagian pangkal ekor mendekati punggung ikan dengan cara injak ekor (pakai sepatu) lalu patahkan taji menggunakan tang atau potong sekalian ekor ikan pari sampai pangkal (mendekati punggung). Buanglah taji/ekor hasil potongan tersebut di tempat yang aman (tidak membahayakan orang lain), jangan buang/di tanam dalam pasir (takut terinjak). 

SEMOGA BERMANFAAT
http://pengenmancing.blogspot.com/2014/12/mengatasi-tesengat-taji-ikan-pari.html

Sakaw Mancing: MENGATASI TESENGAT TAJI IKAN PARI


Joran bc


Kodok bunder


Ayo


Mancing udang galah


Sabtu, 27 Desember 2014

Kamis, 25 Desember 2014

Stickbait megabass


Snap bagus


Tonda (Troll Line)




Tonda (Troll Line)

Pancing Tonda /(Troll Line) adalah pancing yang diberi tali panjang
dan ditarik oleh perahu atau kapal. Pancing diberi umpan ikan segar atau buatan yang karena pengaruh tarikan bergerak di dalam air sehingga
merangsang ikan buas menyambarnya. Namun, untuk penangkapan tuna besar alat ini belum umum dipakai karena swimming layer ikan ini jauh lebih dalam dari operation depth dari tonda yang ada. Dengan menggunakan sistem pemberat, papan selam, atau tabung selam dan dikombinasikan dengan perhitungan kecepatan kapal, maka operation depth dari pancing dapat diatur mendekati swimming layer tuna. Dengan demikian alat ini memungkinkan menangkap tuna.

Kontruksi pancing tonda terdiri dari galah, tali pancing utama,
kili-kili, tali pancing cabang, dan mata pancing. Mata pancing pada pancing tonda ada yang dilengkapi dengan umpan tiruan /(hook with false
bait)/, umpan tiruan yang dilengkapi dengan mata pancing /(rapala)/,
atau ada juga yang dilengkapi dengan umpan alam.

Pengoperasian tonda memerlukan perahu atau kapal yang selalu bergerak di depan gerombolan ikan sasaran. Biasanya pancing di tarik dengan kecepatan 2-6 knott tergantung jenisnya. Ukuran perahu atau kapal yang dipakai berkisar antara 0,5-10 GT. Untuk sub surface trolling ukuran kapal dan kekuatannya harus lebih besar dan dapat dilengkapi dengan berbagai peralatan bantu terutama untuk menggulung tali. Dipasaran terdapat banyak variasi dari Pancing Tonda, terutama untuk pada penggemar sport fishing. Biasanya untuk keperluan komersial hanya bagian desainnya saja yang banyak variasinya.

Alat tangkap ini ditujukan untuk menangkap jenis-jenis ikan pelagis yang
biasa hidup dekat permukaan, mempunyai nilai ekonomis tinggi dan
mempunyai kualitas daging setengah mutu tinggi. Jenis-jenis ikan yang
menjadi tujuan penangkapan antara lain jenis ikan bonito /(Scomberomerous sp.)/, tuna, salmon, cakalang, tengiri dan lainnya. Melalui bagian belakang maupun samping kapal yang bergerak tidak terlalu cepat, dilakukan penarikan sejumlah tali pancing dengan mata-mata pancing yang umumnya tersembunyi dalam umpan buatan. Ikan-ikan akan memburu dan menangkap umpan-umpan buatan tersebut, hal ini tentu saja memungkinkan mereka tertangkap.

Sainsbury (1986) menegaskan bahwa kunci keberhasilan penangkapan umumnya banyak ditentukan oleh :
* Kemampuan pendugaan tempat-tempat pengkonsentrasian daerah
yang banyak didiami jenis-jenis ikan menjadi tujuan penangkapan 
* Kesiapan ikan-ikan untuk memekan umpan ;
* Kemampuan untuk mengetahui keadaan suhu dan gradiasi suhu
maupun termoklin yang ada di daerah penangkapan tersebut,
karena ikan-ikan pelagis yang hidup dekat permukaan ini umumnya
sangat sensitif terhadap hal ini ; 
* Bunyi yang dihasilkan baik oleh mesin maupun propeler kapal dapat
mengganggu dan mengusir ikan-ikan yang membuntuti kapal yang sedang dioperasikan. Sehubung dengan hal ini, perahu atau kapal yang digerakan oleh tenaga layar tampaknya justru akan lebih baik.

*Bagian-bagian Alat Pancing Tonda*
Pancing tonda terdiri dari komponen-komponen yang penting, yaitu:
1. Galah
2. Tali utama, bahan umumnya dari benang plastik monofilament dengan panjang tali bervariasi tergantung keadaan, umumnya antara 100-500 meter
3. Kili-kili
4. Tali kawat
5. Mata pancing tunggal atau mata pancing ganda
6. Umpan tiruan

*Daerah penangkapan*
Daerah penangkapan untuk pancing tonda skala kecil hanya di sekitar
perairan pantai, untuk yang berskala menengah dan besar biasanya di
lepas pantai.

*Metode pengoperasian*
Perahu menuju daerah penangkapan, pancing diturunkan, kemudian ditarik. Lamanya penarikan tergantung dari ada tidaknya hasil tangkapan. Apabila diketahui ada ikan yang kena pancing, pancing ditarik, hasil tangkapan diambil, kemudian pancing diturunkan lagi, begitu seterusnya dilakukan berulang kali.

*Musim penangkapan*
Musim penangkapan disesuaikan dengan musim ikan yang beruaya ke perairan pantai, untuk tujuan penangkapan tuna dan layaran bisa dilakukan sepanjang tahun.

*Pemeliharaan alat*
Setelah peralatan pancing dipakai, kemudian dibersihkan dan disusun
kembali untuk operasi penangkapan berikutnya.

*Kelengkapan dalam Unit Penangkapan Ikan*
‪#‎Kapal‬
Pancing tonda umumnya dioperasikan dengan perahu kecil. Ukuran perahu panjangnya 15-20 m dengan mesin diesel dalam berkekuatan 33 HP yang menggunakan 15 pancing. Secara rinci spesifikasi perahu pancing tonda adalah sebagai berikut :
1) Jenis perahu inboard engine
2) Dimensi 11,5 x 2,8 x 1,2 m
3) Bahan kayu bungur
4) Mesin utama (yanmar 22 PK) dan mesin cadangan (jiondang 18 PK)
5) Bahan bakar solar
6) Tanki BBM sebanyak 2 buah dengan kapasitas tiap tangki 250 liter
7) Palkah sebanyak 3 buah, bagian luar dan penutupnya dari kayu, bagian dalamnya dari alumunium. Penangkapan pancing tonda dilakukan di siang hari, kegiatan penangkapan bisa menggunakan perahu layar, atau kapal motor.

‪#‎Nelayan‬
Jumlah nelayan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pancing tonda
sebanyak 4-6 orang. Tterdiri dari satu orang nahkoda merangkap sebagai
fishing master. Satu orang juru mesin dan 2-4 orang ABK yang
masing-masing mengioperasikan satu atau lebih pancing pada saat operasi penangkapan berlangsung.

‪#‎Alat‬ Bantu
Alat bantu pancing tonda yaitu rumpon. Rumpon berfungsi untuk mengmpulkan ikan sehingga nelayan tidak susah untuk mencari ikan.

‪#‎Umpan‬
Penggunaan umpan alami pada pancing tonda jarang digunakan. Hal ini
karena sifat umpan alami yang mudah lepas dan mudah rusak oleh gerakan air selama operasi penangkapan ikan berlangsung. Jenis umpan yang digunakan adalah umpan buatan yaitu jenis ikan layang, kembung, bandeng, belanak, lemuru dan tembang.

*Metode Pengoperasian Alat*
Pengoperasian pancing tonda dimulai dengan persiapan terlebih dahulu.
Tahap persiapan terbagi menjadi dua bagian yaitu persiapan di darat dan
persiapan di laut. Persiapan di darat meliputi pengisian dan pengecekan
bahan bakar, pengecekan mesin dan perahu, alat tangkap dan pengecekan alat bantu penangkapan dan lain-lain. Persiapan di laut meliputi pengaturan tali pancing dan gulungan pada posisi yang telah ditentukan.Kegiatan penangkapan diawali dengan scouting atau pencarian gerombolan ikan dengan melihat tanda-tanda keberadaannya seperti warna perairan, lompatan ikan cakalang, dan buih di perairan. Pengoperasian pancing tonda dimulai dari pagi hari hingga sore tergantung situasi dan kondisi alam yaitu pukul 05.00-17.00 yang diduga pada saat itu adalah saat dimana ikan cakalang dan tuna bermigrasi untuk mancari makan. Pengoperasiannya dengan pemasangan alat tangkap /(setting)/ yaitu mengulur alat tangkap perlahan-lahan ke perairan dan mengikat ujung tali pada salah satu ujung kanan atau kiri perahu dengan jarak tertentu. Setelah setting berakhir tali pancing yang telah direntangkan di sisi kanan dan kiri perahu ditarik terus menerus menyusuri daerah penangkapan dengan kecepatan konstan 2-4 knot dengan tujuan umpan buatan yang dipakai bergerak-gerak seperti mangsa. Untuk membuat umpan lebih aktif melayang di perairan, perahu dapat dijalankan dengan arah zig-zag. Pada saat salah satu umpan dimakan ikan, pemancing langsung memberitahu juru mudi atau nahkoda unutk menaikkan kecepatan perahu. Pada saat inilah penarikan tali pancing bisa dimulai. Salah satu ABK akan menarik pancing tersebut dan menggulung tali pancing pada penggulung. Setelah ikan diangkat keatas perahu maka pancing segera dilepas dari ikan dan pancing tersebut diulurkan kembali ke perairan. Langkah selanjutnya seperti pada saat setting telah berakhir dan begitu seterusnya sampai mendapatkan ikan kembali.

*Daerah Pengoperasian*
Daerah penangkapan ikan dengan menggunakan pancing tonda merupakan daerah dimana operasi penangkapan ikan berlangsung yang diduga tempat ikan-ikan bergerombol, biasanya daerah yang menjadi sasaran tangkapan adalah daearh dimana terdapat ikan tuna yaitu pertemuan antara 2 arus yang terjadi, tempat terjadinya upwelling, konvergensi, dan divergensi yang merupakan daerah berkumpulnya plankton, perairan yang memiliki salinitas 34%, temperatur optimum berkisar anatar 150C-300C pancing tonda juga dioperasikan di daerah tempat ikan-ikan pelagis. Pancing tonda dioperasikan di beberapa daerah seperti India, Pelabuhan Ratu, Teluk Lampung, Banda Aceh ,dan lain-lain.

*Hasil Tangkapan*
Secara umum hasil tangkapan utama pancing tonda adalah ikan pelagis yang bernilai ekonomis tinggi seperti ikan tuna /(Katsuonus sp)/ dan ikan
cakalang. Selain ikan-ikan tersebut pancing tonda dipergunakan untuk
menangkap ikan yellowfin, skipjock, swordfish, dorado dan ikan pelagis
lainnya.

Rabu, 24 Desember 2014

Anak kecil casting di sungai


mancing grimis2




Tak crito yo Lurr,, iki kejadiane 4 dino kepungkur,, sekoomah wes metikut nyepake pancing ro umpan langsung pancal nang dam sambisari,, tp mbasan tekan pertelon ki aku pikiranku malih pengen nang nduwur dam ae golek Lele,, ora suwe aku tekan jembatan pring nyoba nyemplungke mbok menowo lelene gelem mangan tak tunggu2 nganti 10 menitan ra di senggol babar blas, lah dumadakan pancing obah banter, pikirku lelene gelem mangan walesan ta cekeli rodo suwe ra di gondol meneh mbasan tak senteri ki jebule lowo do ting sliwer,, berarti mai ki walesanku obah ki di tabrak lowo to karo ndremimil aku pindah ngisore agi nyemplonke wae HPku muni aku mbuka hp ono sms tak woco ki seko koncoku sing suwe ra tau sms po tlpn, aku mbalesi sms koncoku jian mbasan tak tanggapi ki malah ndrindil le SmS pikirku ngganggu wae, akhire ra tak balesi, hp tetep muni wae,, aku ra nggagas Hp wes mantheng le mancing, tak tunggu kiro2 15 menit yo babar blas ra di ambus, rumongso mangke aku pindah mengisor nang nduwur persis dam sambisarine pas nggon pralon, aku langsung uncal ra suwe pancing di tarik2, ora kesuwen langsung tak sawut tak tarik karo mbengok" modyarr keno saiki" tanpo perlawanan sing berarti lele langsung mlebu bronjong, bar kui bola-bali di senggol ra tau keno ,, ealahh malah grimis aku saking penasarane aku tetep nunggoni pancing ra nggubris grimise soyo banter,, lha suwe2 kaosku teles kroso adem, pikirku ngeyup ndisek engko baleni meneh, akhire aku ngeyup nang gubuk cerak wet pring sing rungkut, pas rep cedak karo gubuke kui aku wes kroso mrinding tp ra nggagas soale selak pengen ngeyup, mbasan wes tekan Gubuk ki aku weruh ono wong ndodok marep ngulon, aku langsung nggletake pancing ro iwake, langsung ngrogoh tas njupuk rokok tak sumet langsung Bullll kebule koyo sepor mlaku, aku terus ngomong karo wong sing nang cedakku nawani Rokok" pak ses pa-??" sepisan ra njawab aku baleni meneh" pak ses niki" ra di jawab" aku langsung meneng tak mat2ke ki awake wong mau soyo suwe soyo gede, wah tanpo di komando aku njupuk walesane langsung mlayu karo mbengok" Setannnnn" aku terus mlayu sampai tekan dalan, mbasan tekan dalan ki aku mandek karo ngos2an aku mbathin" bajigur,bajigur apes tenan bengi iki," aku terus mlaku nang nggon le ndekekke pitku aku terus sadar" waduhh iwak leleku keri nang gubuk mau,, aku yo ngomong dewe" ben iwake ben di bakar karo Gendruwone" mekaten critoku lurr,, ngati2 yen mancing cedak wet pring ori iso2 kedadeyan koyo aku

Minggu, 21 Desember 2014

Minnow


Merawat alat-alat pancing




Merawat alat-alat pancing adalah kegiatan yang sangat vital bagi para mancing mania, hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan performance alat-alat pancing agar selalu prima, serta agar peralatan tersebut tetap awet, apalagi bila anda menggunakan peralatan ber/merk/ yang harganya cukup mahal. Meskipun saat ini sebagian besar peralatan pancing mengandung bahan /steel/ yang anti karat namun bila tak terawat tetap saja akan mudah rusak dan berkarat.

Kegiatan perawatan alat pancing ini menjadi kesenangan tersendiri bagi para hobies mancing, dengan sering melakukan perawatan termasuk bongkar pasang maka anda akan sangat mengenali dan memahami secara mendetail cara kerja dan fungsi masing-masing bagian dari alat pancing tersebut.

Berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk memelihara alat-alat pancing, yaitu:

1. Pencucian Peralatan Pancing
Alat yang habis dipergunakan sebaiknya dicuci dengan air biasa, jangan dimasukkan ke air atau direndam, hal ini dapat mengakibatkan peralatan mudah rusak utamanya reel pada bagian Ball Bearingnya, yang lain bagian yang bisa berputar akan tidak lancar.

Bersihkan peralatan dari kotoran seperti pasir, lumpur dan zat-zat korosif seperti air laut yang dapat merusak kinerja mekanik mesin Reel Pancing. Kotoran seperti pasir dapat menghambat kinerja /ball bearing/sehingga dapat membuat kerusakan fatal yaitu rotasi putaran menjadi macet atau tidak bekerja dengan baik.

Khusus spool dan benang PE, atau braid lebih baik bila menggunakan air hangat. Cara terbaik yakni semua benang PE, atau Braid yang selesai anda pakai, pindahkan atau gulung ke penggulung lainnya. Ini juga akan membuat kita lebih mudah untuk membersihkan spool terlebih lagi bila anda jarang membuka benang hingga habis.

2. Penjemuran
Setelah dicuci, maka selanjutnya adalah mengeringkan dengan cara digantung. Pengeringan sebaiknya dilakukan ditempat yang tidak terkena terik matahari langsung, sebab akan mempercepat kerusakan alat tersebut.Bercak-bercak yang timbul setelah kering menandakan pencucian yang dilakukan kurang bersih.

3. Penyemprotan Cairan Kimia WD 40
Reel atau joran yang selesai dicuci dan kering perlu disemprot menggunakan cairan kimia WD 40. Setelah itu dibersihkan kembali dengan kain yang halus sampai benar-benar bersih.

4. Pemberian Pelumas*
tak ada ketentuan pasti kapan harus memberikan pelumas pada alat-alat anda, yang pasti dilakukan secara rutin saat pelumas mulai hilang.

Dengan melakukan perawatan yang benar maka peralatan pancing anda akan selalu dalam permorma yang ideal, sehingga hobbi mancing anda akan memberikan kepuasan.

Sabtu, 20 Desember 2014