Rabu, 30 November 2011

JKt Mac.jpg


From: robyamil

Pak Banjar
Sebetulnya ada foto yang. Sy sendiri pegang tengiri seamounth reef, tapi skrg sy ada di USA, jika foto ini bisa diedit utk. Sampul?
Salam dari. San Diego usa
Robert yamil

__._,_.___

Dari B-O pindah ke BB ihi.... 3x


From: "Arif YW"

Strike beruntun with semi-SBW single hook
Last HIT akhirnya.... hixixixixi... lari ngalor ngidul sampe mau ke pinggir bronjong.

Dari B-O pindah ke BB ihi.... 2x


From: "Arif YW"

ihi gendut om nge-draq2.

Dari B-O pindah ke BB ihi.... 1x


From: "Arif YW"

awal yg sip

Dody Wicaksono pasiran tidak bisa dipandang sebelah mata...ini buktinya GT 21,20 kg berhasil didaratkan —

hampala by syaiful rakhman

Trip ke Alor 22-27 Nov 2011


From: "Wira"

 

Berikut ini foto2 waktu trip ke Alor.

Alor memang indah, walaupun orangnya hitam dan keriting2, tetapi udaranya segar dan adem... makan enak, tidur enak......
mancing agak kurang berhasil, banyak putus dan mocel.... overall mungkin ada sepuluan ekor Rubby snapper yang kami dapat, 2 dogtooth tuna, banyak lencam, kerapu, barakuda, ikan kue mata belo + 1 gt baby dari popping.... suhu air waktu kami mancing cukup panas kisaran 27°C ~ 29°C, dari mancing 4 hari dan 4 malam, saya kehilangan 3 jig dan hanya berhasil menaikan 1 ekor rubby snapper yg ada di foto itu, teman2 lain rata2 kehilangan 3-5 buah jig/inchiku.

Spot yg spektakuler adalah di BATU GUNTING, tidak ada satupun ikan besar yang berhasil dinaikan (yg naik hanya 2 kerapu 3 kiloan dgn inchiku), di spot BATU GUNTING ini rata2 putus di leader dan line break, malahan ada satu kawan dari Bandung anaknya masih muda dan semangat sekali jigging, karena sebelumnya sudah kena putus jig di spot ini, beliau siapkan gear pakai reel stella + kenur PE 8 + Jig 1000gram/1 kilo dengan drag reel yang sudah dimatikan, dan berhasil hookup dengan suatu mahluk yg ada dalam air sana, sudah sempat fight belasan menit, namun akhirnya line beak juga di PE dekat ujung joran....... hasil di batu gunting 0 untuk pemancing vs belasan jig hilang dan line putus..........

Beribu2 makasih ut Kapten Wiwied, Yuni dan si kecil Pieter dengan kapal Theodorasnya, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bisa datang, mancing, menikmati alam Alor dan bertemu kalian di sana, saya ngak bisa membalasnya, Kiranya Tuhan saja yang membalas kebaikan kalian dengan segala kebaikanNYA.

Semoga saya bisa kembali lagi ke Alor suatu saat nanti.

Selasa, 29 November 2011

Belakang KFC hampili


From: "Arif YW"

Kemarin 2 hari lalu

SARAPAN paling nikmat


From: "Arif YW"

Abis cast cuma dapet 1 plus malah jadi butek. Akhirnya pulang sarapan deh.
NASI Smbl Bwng + Telor dadar + Wader gr. TEPUNG

Abis Banjir 2


From: "Arif YW"

Ini malah parah lagi abis banjir lagi jadi tambah dangkal. Cuma dpt 1

Abis banjir 1


From: "Arif YW"

ada material pasir nya sekarang ikannya jadi pada ilang

hampili

lure

Senin, 28 November 2011

IMG01742-20111127-1753.jpg

________________________________
From: psycho.bimo@yahoo.com

Xixixi.

sebuah renungan

mungkin pemancing jg bisa mengalami kejadian seperti ini.

Ada sebuah kisah nyata tentang seorang
pemburu fanatik di Indonesia. Dia pernah
menjadi ketua sebuah asosiasi
pemburu di Indonesia. Selama bertahun-
tahun dia menjalani hobinya itu
bersama teman-temannya, sampai suatu
ketika dia mengalami sebuah
kejadian yang mengubah cara hidupnya
secara drastis, sampai sekarang.
Kisah ini diambil dari buku karangan
Sutanto L. Tjokro, Dahsyatnya Langkah
Pertama (Elex Media Komputindo, 2010).
Pak Dharmawan (samaran) adalah seorang
pengusaha sukses di segala bidang. Ia
mempunyai segala-galanya, yang
bisa membuat orang lain iri. Mulai dari
keluarga yang harmonis,
anak-anak yang sehat-sehat dan pandai-
pandai, rumah mewah dengan seluruh
isinya, kesehatan lahir-bathin, jaringan
klien, usaha yang mendatangkan
pemasukan uang yang besar dan stabil,
bahkan terus naik, dan berbagai
unsur sukses lainnya.
Berbeda dengan pengusaha sukses lainnya.
Pak Dharmawan tidak mempunyai hobi
bermain golf, tenis, dan sebagainya.
Hobinya utamanya adalah berburu
binatang di hutan. Setiap bulan dengan
mengendarai mobil jip mahal yang sudah
dimodifikasi untuk medan hutan,
Pak Dharmawan menyalurkan hobinya
yang sudah puluhan tahun dijalaninya
itu.
Berangkat pada hari Jumat malam, Pak
Dharmawan bisa tenggelam dalam
kenikmatan berburu selama 2-3 hari
dengan membawa senapan-senapannya,
makanan, minuman kaleng, teropong, tali,
dan perlengkapan lainnya.
Pada malam yang menentukan itu, Pak
Dahramawan seperti biasa berburu
bersama seorang temannya. Malam yang
membuat mereka tidak akan pernah lupa
seumur hidupnya.
Setelah sekian lama, sampai menjelang
fajar, menunggu binatang yang hendak
diburu tidak kunjung ada. Mendadak
Pak Dharmawan mengangkat tangannya,
memberi isyarat diam. Dia menengadah ke
atas, memperhatikan di atas sebuah
pohon. Terlihat ada gerakan di
antara daun-daun.
Pak Dharmawan mengangkat senapannya,
membidik, dan menembak. Bunyi letusan
terdengar, kemudian sunyi. Mereka
menunggu sebentar. Kemudian terdengar
bunyi gemeresak daun, seolah
sesuatu jatuh di antara dedaunan pohon di
atas sana. Kemudian sunyi
lagi.
Tak lama kemudian, gemeresak itu
terdengar lagi. Lalu sunyi lagi. Sesuatu yang
tadi jatuh, apapun itu,
pasti sedang berjuang untuk tetap
bertahan di atas pohon itu.
Sekali lagi terdengar gemeresak, kali
ini dekat sekali, tanda bahwa
perjuangannya semakin mendekati akhir.
Akhirnya, suara gemerasak daun terakhir,
dan sesuatu itu jatuh dari atas pohon ke
arah semak-semak.
Pak Dharmawan dan temannya itu seketika
menyalakan lampu sorotnya masing-
masing dan perlahan-lahan mendekati
lokasi jatuhnya benda itu. Semak-semak
disimak, lampu sorot diarahkan.
Dan …, sebuah pemandangan terlihat,
yang membuat mereka berdua tercekat
seketika.
Pak Dharmawan yang dikenal sebagai
sosok yang enerjik dan percaya diri sangat
tinggi, berdiri terpaku, dan
terlihat sekali terpukul hebat jiwanya
melihat apa yang terjadi di depan matanya.
Seekor kera betina terduduk dengan mata
ketakutan melihat ke arah Pak
Dharmawan. Darah segar keluar dari luka
di lehernya dan turun ke bawah, ke arah
seekor kera kecil yang merangkul
induknya dengan erat sambil menyusu.
Mata induk kera itu kemudian basah, dan
air matanya berlinang sambil terus melihat
dengan ekspresi minta
dikasihani ke arah Pak Dharmawan.
Dadanya bergerak naik-turun, seolah
berjuang untuk tetap hidup. Setidaknya
sampai bayinya itu kenyang minum
susunya. Bayi kera itu juga seolah merasa
dengan instingnya, ada sesuatu yang salah
dengan induknya, merangkul induknya
lebih erat sambil
memedamkan wajahnya ke dada
induknya. Darah segar yang terus turun
dari
leher induknyaitu pun membasahi kepala
bayi itu. Induknya dengan mimik
putus asa memeluk bayinyaitu erat-erat.
Namun perlahan-lahan rangkulan
itu semakin lemah, dan nafas sang induk
pun berhenti.
Sejak saat itu hidup Pak Dharmawan
berubah 180 derajat. Dia membubarkan
asosiasi pemburu yang didirikan.
Kemudian mendirikan sebuah yayasan
kecil penyayang binatang. Dan memberi
penyluhan-penyuluhan gratis kepada anak-
anak sekolah untuk menyayangi
binatang.
Demikianlah, maka dapat dilihat bahwa
sesungguhnya dalam berperilaku kerap
kali sesungguhnya manusia itu lebih
rendah daripada binatang.
Binatang itu menjalani hidupnya seturut
kehendak alam. Sesuai dengan kodratnya,
di hutan, di laut, atau habitat
lainnya. Mereka mencari makan sesuai
dengan kodratnya pula. Binatang
herbivora, makannya tumbuh-tumbuhan,
maka rumput, dan daun-daunlah yang
mereka cari untuk dimakan. Binatang
karnivora, memakan daging. Maka
daginglah yang mereka cari untuk
dimakan. Dengan cara memangsa sesama
binatang, atau pun manusia. Atau,
Omnivora, jenis makhluk hidup yang
memakan baik tumbuhan, maupun
daging.
Tidak ada binatang yang merusak alam,
membabat habis hutan, merusak
lingkungan hidup sebagaimana hanya
manusia yang bisa dan sering lakukan.
Sekali lagi, demi memenuhi nafsu-nafsu
serakahnya.
Bahkan demi hanya memenuhi
kesenangannya juga,manusia pula yang
banyak mengambil binatang dari habitat
aslinya,
untuk dikurung di dalam kandang, di
dalam sangkar, di dalam aquarium,
hanya untuk ditonton.
Jadi, sebetulnya, apakah yang dinilai hina
dari binatang?
Apakah karena mereka terlihat kotor,
bau, menjijikkan? Semua itu tidak pernah
lepas dari kodratnya,
habitatnya. Memang demikianlah
hidupnya sesuai dengan kehendak
penciptanya.
Jadi, apa yang terlihat hina dari binatang-
binatang di kebun binatang?

on android

1 set kodok prenthul

Panen kerandang

hiu pasir