Rabu, 23 Maret 2011

5 Dasar / Fundamental Fly Casting dari Fly Fishing Federation (FFF):

Reza Dipanegara mengirimkan sesuatu di INDONESIAN FLYRODDERS

(versi Bahasa Indonesia)
5 Dasar / Fundamental Fly Casting dari Fly Fishing Federation (FFF):

1. Ada jeda di akhir setiap stroke, yang bervariasi dalam durasi
terhadap panjang fly line yang berada di luar ujung joran.
2. Slack line harus dijaga seminimum mungkin.
3. Ujung joran harus mengikuti jalan garis lurus.
4. Casting stroke (ayunan) bertambah panjang seiring dengan
pertambahan panjang fly line yang di cast.
5. Power (besar kekuatan ayunan) harus diterapkan dalam jumlah yang
tepat dan di tempat yang tepat selama stroke (ayunan).

Lima prinsip / esensi fly casting di atas berasal dari Bill dan Jay
Gammel dan digunakan sebagai unsur inti dari pelatihan single-handed
rod (joran satu tangan) overhead casting oleh organisasi FFF.Mereka
juga berlaku untuk overhead casting dengan double-handed rod (joran
dua tangan). Kelima prinsip diatas dapat diingat melalui singkatan
kata SNAPP dengan dua p (Stroke/ayunan, No/Tidak ada slack line (line
kendur), A straight line /sebuah jalur garis lurus, Pause/Jeda,
Power/kekuatan ayunan)

1. Ini mengenai pengaturan waktu. Ini berarti bahwa pada akhir
belakang atau depan dari casting stroke pemancing harus berhenti/jeda
sebentar untuk membiarkan line untuk unroll (membuka gulungan) sebelum
melakukan stroke casting berikutnya. Lamanya jeda akan bervariasi
dalam durasi dengan panjang line yang di cast, semakin panjang semakin
lama jedanya.

2. Idealnya harus tidak terdapat line yang kendur. Menghilangkan line
yang kendur adalah cara yang paling efisien melakukan casting fly
line. Mulailah dengan ujung joran rendah mengarah ke bawah/permukaan
air dan line yang lurus.

3. Dalam rangka membentuk loop yang paling efisien dan mampu membelah
udara (air resistant). Dalam rangka untuk tidak membuang-buang energi
dan untuk mengarahkan casting anda dengan benar, caster harus
menggerakkan ujung joran dalam jalur garis lurus (pada kedua bidang
vertikal dan horizontal). Ujung joran akan bergerak turun lebih bawah
dan keluar dari jalur garis lurus (bidang vertikal) pada akhir dari
stroke. (Karena perubahan sudut dari gerakan pergelangan tangan
terkontrol).

4. Stroke/ayunan adalah jarak tangan yang memegan joran bergerak dari
posisi awal ke posisi berhenti selama stroke casting. Penggunaan
kata-kata Stroke dan Arc/kurva mungkin akan membingungkan. (Arc/kurva
adalah jarak jauhnya lintasan ujung joran).

5. Power/kekuatan ayunan diterapkan secara halus dan perlahan-lahan
meningkat. Hal ini diterapkan dalam jumlah yang semakin meningkat
dengan sebagian besar itu terjadi selama setengah terakhir stroke. Ini
penting benar-benar tentang membuat percepatan.

disclaimer: bila ada kesalahan translasi, mohon pembaca langsung
mengkoreksi saya.

Tidak ada komentar: