Jumat, 25 Maret 2011

1set popper mikro prentul pesanan Erick Jakarta

Mangrove jack ditawarkan

senyum lebar simbah ketua SFFC

stickbait double jointed red head

Catoprion Mento Rio Branco07.2-04XL

pantes harga ikan mas muahal

Harganya malah lebih mahal dr gurami sekarang2 ini. Aneh. Padahal enak
gurami kan?

BANDUNG BARAT, KOMPAS.com - Pasang surut air, serangan virus, ditambah
limbah yang terus mencemari membuat bisnis budi daya ikan tawar di
aliran Sungai Saguling di Bandung Barat, Jawa Barat, semakin tak
diminati warga. Pembudi daya memilih beralih profesi setelah
berkali-kali merugi.

Informasi yang dihimpun Kompas.com menyebutkan, setidaknya 5.000
kerambah jaring apung memenuhi aliran sungai yang melintasi Desa Bongas,
Kecamatan Cililin, di tahun 1990 -an. Sekitar 20 ton ikan dihasilkan
setiap hari untuk dipasarkan di kota-kota di sekitar Bandung.

"Dulu sungai penuh dengan jaring ikan sampai kita susah melintas.
Sekarang tidak sampai 10 persen yang masih bertahan. Sisanya sudah
pindah profesi," ungkap Sugianto (38), mantan pembudi daya, Rabu
(23/3/2011).

Sugiarto menjelaskan, saat ini, pembudi daya harus memindah-mindahkan
kerambah dengan perahu jika air surut. Semakin lama, kata dia, debit air
yang mengalir semakin menurun. Kemudian, berbagai limbah dari Sungai
Citarum masuk ke Sungai Saguling setiap awal tahun.

"Limbahnya tidak kelihatan tapi mengendap di bawah sungai. Waktu musim
hujan, terjadi arus balik ke Sungai Citarum. Endapan dibawah itu naik ke
atas. Ikan mati lah," tutur pria yang pernah memiliki 30 kolam ikan itu.

H. Ridwan (44), salah satu pembudi daya yang masih aktif mengemukakan,
akibat limbah maupun virus, minimal 25 persen ikan pasti mati dalam
sekali tebar benih. Jika air sangat tercemar, seluruh ikan akan mati.
Kerugian bisa mencapai belasan juta rupiahn hingga puluhan juta rupiah
dalam setiap kolam.

"Dulu saya punya 20 kolam terisi semua. Sekarang yang diisi ikan cuma
enam atau tujuh kolam saja, yang lain kosong. Dulu satu kolam bisa panen
tiga ton buat suplai ke Jakarta. Sekarang tidak suplai lagi. Kalau ada
yang mau beli tinggal ambil aja," kata pria yang juga melakoni bisnis
pakan ikan itu.

Penyuplai pakan terimbas

Dorongan bagi pembudi daya untuk beralih profesi dari tahun ke tahun
berimbas pada agen maupun pengecer pakan ikan. Menurut Ridwan, dari
puluhan pengecer pakan yang biasa mengambil barang dari perusahaan milik
keluarganya, kini tinggal satu pengecer yang masih bertahan di Saguling.

"Dulu bisa laku 100 ton sampai 200 ton pakan sebulan. Sekarang cuma 30
ton sampai 50 ton. Itu pun banyak dipakai untuk sendiri. Apalagi harga
pakan terus naik. Sekarang pembudi daya menyiasati dengan memberi makan
roti bekas, mie instan bekas, yang harganya lebih murah," paparnya.

pb kecil

salminus maxillosus08.12-01bonitoL25cm

Popper mikro new colour

gabus on petex

Sapu2 on stickbait maglure

Rabu, 23 Maret 2011

5 Dasar / Fundamental Fly Casting dari Fly Fishing Federation (FFF):

Reza Dipanegara mengirimkan sesuatu di INDONESIAN FLYRODDERS

(versi Bahasa Indonesia)
5 Dasar / Fundamental Fly Casting dari Fly Fishing Federation (FFF):

1. Ada jeda di akhir setiap stroke, yang bervariasi dalam durasi
terhadap panjang fly line yang berada di luar ujung joran.
2. Slack line harus dijaga seminimum mungkin.
3. Ujung joran harus mengikuti jalan garis lurus.
4. Casting stroke (ayunan) bertambah panjang seiring dengan
pertambahan panjang fly line yang di cast.
5. Power (besar kekuatan ayunan) harus diterapkan dalam jumlah yang
tepat dan di tempat yang tepat selama stroke (ayunan).

Lima prinsip / esensi fly casting di atas berasal dari Bill dan Jay
Gammel dan digunakan sebagai unsur inti dari pelatihan single-handed
rod (joran satu tangan) overhead casting oleh organisasi FFF.Mereka
juga berlaku untuk overhead casting dengan double-handed rod (joran
dua tangan). Kelima prinsip diatas dapat diingat melalui singkatan
kata SNAPP dengan dua p (Stroke/ayunan, No/Tidak ada slack line (line
kendur), A straight line /sebuah jalur garis lurus, Pause/Jeda,
Power/kekuatan ayunan)

1. Ini mengenai pengaturan waktu. Ini berarti bahwa pada akhir
belakang atau depan dari casting stroke pemancing harus berhenti/jeda
sebentar untuk membiarkan line untuk unroll (membuka gulungan) sebelum
melakukan stroke casting berikutnya. Lamanya jeda akan bervariasi
dalam durasi dengan panjang line yang di cast, semakin panjang semakin
lama jedanya.

2. Idealnya harus tidak terdapat line yang kendur. Menghilangkan line
yang kendur adalah cara yang paling efisien melakukan casting fly
line. Mulailah dengan ujung joran rendah mengarah ke bawah/permukaan
air dan line yang lurus.

3. Dalam rangka membentuk loop yang paling efisien dan mampu membelah
udara (air resistant). Dalam rangka untuk tidak membuang-buang energi
dan untuk mengarahkan casting anda dengan benar, caster harus
menggerakkan ujung joran dalam jalur garis lurus (pada kedua bidang
vertikal dan horizontal). Ujung joran akan bergerak turun lebih bawah
dan keluar dari jalur garis lurus (bidang vertikal) pada akhir dari
stroke. (Karena perubahan sudut dari gerakan pergelangan tangan
terkontrol).

4. Stroke/ayunan adalah jarak tangan yang memegan joran bergerak dari
posisi awal ke posisi berhenti selama stroke casting. Penggunaan
kata-kata Stroke dan Arc/kurva mungkin akan membingungkan. (Arc/kurva
adalah jarak jauhnya lintasan ujung joran).

5. Power/kekuatan ayunan diterapkan secara halus dan perlahan-lahan
meningkat. Hal ini diterapkan dalam jumlah yang semakin meningkat
dengan sebagian besar itu terjadi selama setengah terakhir stroke. Ini
penting benar-benar tentang membuat percepatan.

disclaimer: bila ada kesalahan translasi, mohon pembaca langsung
mengkoreksi saya.

Minnow 11cm

13 macam minnow maglure