Minggu, 25 April 2010

Pelestaraian Hutan Mangrove Butuh Kerjasama


 

Pelestarian Hutan Mangrove Butuh Kerjasama

PARIGI- Pelestarian hutan mangrove dipesisir pantai Kabupaten Parimo tidak bias dilakukan hanyasatu lembaga saja, namun harus dilakukan bersama dengan instansi terkait termansuk masyarakat. Peranan Pemerintah, swasta dan masyarakat menjadi bagian terpenting yang tidak terpisahkan dalam upaya pengelolaan lingkungan pesisir dan laut.

Demikian dikatakan Bupati Parimo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Setda Parimo Drs. H.Anwar Yabi ketika membuka workshop Mangrove Action Plan di hotel Gran Mitra Parigi, kemarin (29/3).

Bupati otomatis, jika hal ini dilakukan secara terpadu, Pemerintah, swasta dan masyarakat, akan dapat memberikan peluang pengelolaan afaktif dalam rangka menyeimbangkan pelestarian lingkungan dan pemanfaatan ekonomi. Namun demikian katanya, tidak menutup kemungkinan akan adanya bentuk-bentuk pengelolaan lain yang lebih aplikatif dan adaptif. "salah satu bentuk pengelolaaan yang cukup berpeluang memberikan jaminan efektifitas dalam pengimplementasian pelestarian huta mangrove ini adalah pengelolaa berbasis masyarakat," ujarnya.

Bupati mengatakan, kegiatan workshop itu pentig dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasil-hasil lokakarnya Pokja Mangrove yag telah dilakukan sebelumnya.

 Pelaksanaan workshop mangrove action plan itu katanya, merupakan langkah awal bagi Pokja dalam upaya meningkatkan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. 'dalam workshop ini tentunya akan diupayakan penyusunan dokumen rencana aksi mangrove yang akan dijadikan acuan bagi pokja mangrove dalam mengambil langkah-langkah perbaikan ekosistem mangrove khususnya, dan pesisr pada umumnya," kata Bupati.

Kegiatan ini tambahnya, merupakan bukti nyata perhatian Pokja terhadap pelestarian hutan mangrove dan wilayah pesisir pantai Teluk Tomini di Kabupaten Parimo. "saya berharap melalui kegiatan ini dapat mendorong lahirnya komitmen para pihak, terutama Pokja dalam melaksanakan pengelolaan hutan mangrove, sumberdaya pesisir di Kabupaten Parimo secara berkelanjutan,"tandasnya.

Sementara itu, fasilitator pelaksanaan itu, Satrianto SE dalam laporannya mengatakan, melalui workshop itu diharapkan bias memberikan acuan action paln kepada masyarakat agar mengetahui bagaimana cara melindungi hutan mangrove di pesisir pantai Kabupaten Parimo, "kami juga berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, sehingga bisa memberikan hasil pengetahuan kepada para peserta tentang pengelolaan hutan mangrove yang baik, "harapnya.[bil]  



Tidak ada komentar: