Sabtu, 13 Februari 2010

Nelayan Tangkap Kerapu Raksasa

Nelayan Tangkap Kerapu Raksasa

Sumber : pos belitung/ist

TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG - Seekor ikan kerapu raksasa seberat 225
kilogram dan panjang hampir dua meter berhasil dipancing nelayan di
perairan Pulau Belitung, sekitar delapan mil laut dari Pulau Seliu,
Kabupaten Belitung, Senin (8/2) sekitar pukul 01.00 WIB dinihari. Jarak
dari Pelabuhan Perikanan Tanjungpandan Belitung kePulau Seliu sekitar 32
mil laut.
Ikan raksasa sejenis Kerapu Goliath atau nama latinnya Epinephelus
Itajara ini tertangkap di sekitar terumbu karang (sawar) perairan Pulau
Seliu dengan kedalaman laut sekitar 47 meter. Ada dugaan ikan raksasa
ini memang menghuni perairan Belitung, meski ikan ini lebih dikenal
sebagai jenis ikan yang biasa hidup di laut dalam dan banyak ditemukan
di perairan tropis Samudera Pasifik dan Atlantik.
Kepada Grup Bangka Pos, Selasa (9/2) malam, Bai alias Samson, salah
seorang nelayan warga Jalan Patimura Tanjungpandan yang berhasil
menangkap ikan ini menuturkan, tertangkapnya kerapu raksasa ini tidak
pernah diperhitungkan sebelumnya. Bai bersama tiga rekannya semula
memang berniat memancing ikan besar di perairan Pulau Seliu, sekitar 32
mil laut dari Pelabuhan Perikanan Tanjungpandan.
Mereka berempat yakni Bai alias Samson, Supriyadi, BA dan Leman
berangkat dari Pelabuhan Perikanan Tanjungpandan, Sabtu (6/2) sekitar
pukul 14.00 WIB menggunakan perahu bubu berbobot empat ton. Setelah
perjalanan sekitar empat setengah jam yakni sekitar pukul 18.30 WIB,
mereka mendarat di pantai Pulau Seliu untuk beristirahat.
"Pagi kami keluar mencari umpan sekitar perairan Pulau Seliu, dapatlah
ikan kakap merah, tengiri. Minggu malam kira-kira jam tujuh malam, kami
mulai mancing ikan besar. Sekitar delapan mil lebih dari Pulau Seliu,
dengan kedalaman laut 47 meter," ujar Bai didampingi pengusaha
perikanan, H Mustari Motong.
Menurutnya, dengan menggunakan senar ukuran 2.000 dan pancing nomor
satu, lemparan pancing pertama malam itu disambar ikan hiu jenis kemejan
dengan berat 62 Kg. Tidak puas dengan tangkapan pertama, mereka lalu
melemparkan lagi pancing menggunakan umpan seekor ikan tengiri seberat
satu kilogram.
Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, umpan pancing disambar seekor ikan
besar yang disangka seekor hiu kemejan lagi. Perlawanan ikan satu ini
cukup kuat, sehingga untuk menarik tali pancing harus dilakukan tiga
orang sekaligus.
"Kami kira kemejan. Ditarik bertiga. Tali dari sisi kanan, ikan muncul
di sisi lain perahu. Kami tarik terus, bertarung sekitar setengah jam,
sekali timbul ikan kerapu besar. Ikan kerapu kalau sudah timbul kena
pancing, ia kembung, jadi mengapung jadi bisa dipastikan mati. Kalau
tadinya tahu itu kerapu, saya putus tali pancingnya," kata Bai yang
dibenarkan Rudi, kakak kandungnya.
Karena ukuran yang begitu besar dan berat, Bai dan ketiga rekannya
kesulitan menaikkan hasil tangkapannya ke perahu. Sejak pukul 02.00 WIB
dini hari hingga pukul 04.00 WIB, mereka tidak berhasil menaikkan ikan
raksasa ini ke perahu.
Setelah istirahat, sekitar pukul 06.00 WIB, diupayakan lagi untuk
mengangkat ikan ke perahu, akhirnya pukul 08.00 WIB kerapu berukuran
jumbo tersebut dapat dinaikkan dengan cara melilitkan tali yang terikat
pada ikan pada sebatang kayu. Kayu tersebut diputar, sehingga ikan
terangkat dan dapat dinaikkan ke perahu.
"Semula kami punya ide untuk menarik ikan ke Pulau Seliu, perahu
dikandaskan lalu ikan di naikkan ke perahu. Tapi perjalanan ke pulau
sendiri memakan waktu dua jam," katanya.
Namun persoalan lainnya yakni peti es yang terbuat dari fiber tidak muat
menampung ikan raksasa tersebut, sehingga dikhawatirkan ikan akan
membusuk. Akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang ke darat.
Padahal para nelayan baru saja melaut selama dua hari dari biasanya
melaut seminggu.
Sampai di Pelabuhan Perikanan Tanjungpandan, kerapu raksasa itu
mengundang kehebohan para nelayan dan masyarakat yang sedang berada di
pelabuhan. Apalagi upaya menurunkan ikan ini dari kapal tidaklah mudah.
Diperlukan bantuan derek untuk mengangkutnya ke kapal. Orang-orang pun
ramai berkerumun menyaksikan ikan kerapu terbesar yang pernah diangkut
ke pelabuhan ini. Beberapa orang segera mengabadikan foto ikan ini
melalui fasilitas kamera telpon genggam masing-masing.
Ikan kerapu raksasa ini akhirnya dijual ke perusahaan eksportir ikan.
Tapi karena perusahaan penampung di Singapura pada saat menjelang Imlek
ini sedang libur, maka perusahaan eksportir memotong-motong ikan
tersebut dan dimasukkan ke cold storage agar tetap segar pada saat
dikirim ke luar negeri.
"Saya selama 16 tahun menjadi nelayan mendapatkan ikan seberat 100 kg
sudah biasa. Tapi, baru kali inilah berhasil mendapat ikan sampai
seberat 225 kg," kata Bai.
Sementara Rudi menuturkan, ikan kerapu ukuran normal harganya mencapai
Rp 15.000/kg. Untuk ikan kerapu berukuran raksasa seperti tangkapan kali
ini, perusahaan pengekspor ikan belum bisa menentukan harganya. "Kami
baru dibayar uang muka saja. Nanti akan dibayar penuh setelah ekspor,
dan dibayar oleh negara penerima," kata Rudi. (ted)

Tidak ada komentar: