Sabtu, 26 September 2009

iwak tombro sang ikan 'raja'

Sebagian orang magelang tidak tahu bahwa di perairan sungai2 yg
mengelilingi kota magelang (sungai progo dan sungai elo) hidup sejenis
ikan yg merupakan raja dari segala jenis ikan air tawar. Bagi
pemancing ikan ini merupakan petarung nomor satu dan tidak ada ikan
lain yg bisa mengalahkan tenaganya. Bagi penikmat kuliner ikan ini
menduduki top rated di antara segala jenis ikan air tawar. Cuman
memang sayang bener.. Lagi2 malaysia saja yg sudah mengapresiasi'nya
sehingga ikan ini disana dinamakan malaysian mahseer. Padahal sama aja
dengan iwak tombro yg hidup di kali progo.

sebenarnya lebaran ini sudah tak siapin untuk teman2.. Semua dapat
jatah mas ndon, anis, paidi, gus wahid dll.. Tp cuman cak dadang yg
beruntung mendapatkannya.. Ha3...

foto pertama adalah ikan yg sekarang sedang dipoteng2 oleh cak dadang
dan keluarga.

foto kedua adalah apresiasi orang malaysia terhadap daging ikan ini.
Coba bayangkan 1kg daging dihargai 160RM (1RM = 3300rp) jadi sekilo
500rb lebih.. Lebih mahal dari daging kerapu sunu di bandar jakarta.

foto ketiga adalah foto taipan malaysia yg sepertinya sangat ngiler
untuk segera menggayang iwak tombro.

kapan2 kalo lewat mampir aja.. Nanti tak sediain ikan yg sudah sangat
langka dan menjadi kegemaran para taipan ini.

casting betutu

Kamis, 24 September 2009

mother nature bird

shark fishing

red tilapia on lure

grouper on zipbait

dermaga lagi

Pemanasan Global Timbulkan Bencana

Pemanasan Global Timbulkan Bencana

JAKARTA,

KOMPAS.com - Pemanasan global menimbulkan bencana besar bagi
kesehatan. Negara di kawasan tropis paling rawan terkena
dampaknya.Kepedulian terhadap dampak kesehatan itu disuarakan belasan
profesional yang tergabung dalam organisasi bidang kesehatan di dunia.
Mereka menyatakan keprihatinannya, antara lain melalui publikasi dalam
jurnal The Lancet dan British Medical Journal, baru-baru ini.

Keprihatinan itu diutarakan terkait Pertemuan Para Pihak Ke-15
(COP-15) Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNCCC) di Kopenhagen,
Denmark, Desember mendatang.

Dalam publikasi itu, para dokter dan profesi kesehatan lain
berpandangan, kegagalan mencapai kesepakatan dalam negosiasi perubahan
iklim di Kopenhagen akan mendatangkan bencana kesehatan global.
Negara-negara tropis yang sebagian besar negara berkembang, dengan
kondisi kesehatan yang sudah memprihatinkan, akan menerima akibat yang
paling besar.

Berbagai penyakit

Menurut ahli kesehatan masyarakat dari Depkes Lingkungan Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, I Made Jaya, pekan lalu,
pemanasan global merupakan akibat dari rangkaian fenomena yang saling
kait, antara lain pertambahan penduduk, peningkatan permintaan sumber
daya alam, industrialisasi, konsumsi BBM, emisi, peningkatan suhu,
mencairnya es, makin tingginya uap air, dan perubahan arah angin
muson.

Dia mencontohkan, dengan pemanasan global, amplitudo suhu makin besar.
Di siang hari, suhu dapat lebih panas dan lebih dingin di malam hari,
tergantung daerahnya. Kondisi itu saja menyebabkan daya tahan tubuh
rawan menurun sehingga manusia mudah terjangkit penyakit.

Hal yang lebih mengkhawatirkan, makin merebaknya penyakit akibat
perubahan musim. "Dulu, cacar air biasanya pada September dan Oktober.
Masuk musim hujan, pertumbuhan jamur dan virus makin mudah. Namun,
kini, sepanjang tahun terdapat kasus itu," ujarnya.

Kelangkaan sumber air akibat ketidakteraturan musim dan kegagalan
manajemen air akan berpengaruh terhadap kelangkaan pangan dan penyakit
kurang gizi. Agen penyakit juga gampang bermutasi. Hal ini, misalnya,
terlihat dengan kemunculan kasus flu burung dan influenza A (H1N1).
Virus corona, misalnya, bermutasi sehingga menyebabkan SARS.

Banyak kawasan menghangat sehingga parasit pembawa penyakit, seperti
nyamuk, menyebar ke daerah baru yang tak siap dengan kedatangan
pembawa penyakit itu. (BBC/ AFP/ National Geographics/INE)
Source:Kompas
--------------------

Jumat, 18 September 2009

mohon maaf lahir batini ala pemancing

jasadku adalah setitik air mani dan segumpal tanah tak berarti
agar bernilai maka ditiuplah ruh suci

akan tetapi hari hari harus dilewati

ruh suci itu menjelma menjadi jiwa dengan dosa terlumuri
karena antara jiwa dan hati nurani tidak saling mengisi
banyak langkah, kata, raba, mata, dan telinga yang mati
walaupun 5 kali berbasuh bersuci
tetap saja sering tidak berarti

jiwaku ingin kembali fitri
kalau nanti mati menuju jannati
semoga engkaupun se arti

oleh karena itu aku sendiri akan memberikan maaf lebih dini
kepada saudara saudari sehamparan negeri
tetapi jangan lupa juga berikan maaf untuk diri ini

semoga jiwa jiwa ini betul betul fitri
kalau kalau janatti
mengundang kita untuk datang hari ini

selamat hari raya idul fitri
empat belas tiga puluh hijriati

mohon maaf lahir batini

rock casting kerapu

Kamis, 17 September 2009

panorama di p.sanghyang

Mudah2an bisa kesitu lagi

bawal with casper by Iis

baronang bakar

Emang baronang hasil pancingan sendiri itu enaknya dibakar. Mak nyusss...

kakap putih di air tawar

Sepertinya kakap putih adalah ikan muara yg paling gampang di
adaptasi-kan di air tawar. Di aussie malah ada kolam air tawar yg
khusus membudidayakan freshwater barramundi. Biasanya ikan yg
diadaptasikan di air tawar susah gede.. Hal ini tidak berlaku di kakap
putih ini.. Normal2 saja pertumbuhannya... Tentu saja kalau dikasih
makan dg teratur...