Rabu, 31 Desember 2008

Mancing emang ngak ada matinye....

Mancing emang ngak ada matinye....
he he he

Selasa, 30 Desember 2008

teman mancing dari Bogor : hampala goreng lagi

Kemaren ada teman mancing dari Bogor yg ikut merasakan hampala goreng lagi. Ada yg mau juga?

Selasa, 23 Desember 2008

Wayang Mancing Part 3/3


Part 3/3 TAMAT
Syarat pertama dia lalui .... kemudian dia duduk bersila dia
perhatikan sang Be! gawan berjalan menghampiri Kerucutnya ...sekali
lagi ... orang tua itu membuatnya kagum ... dengan perlahan dia
keluarkan joran ...sangat sederhana ....Berwarna hitam legam
...sepanjang 2 meter ...tampak seperti joran biasa , hanya saat sinar
matahari menimpa tampak garis-garis kecil melingkar-lingkar
sekelilingnya dari ujung hingga hulu ....sangat lemah memancarkan
sinar mutiara .... hanya mata para ahli termasuk Sang Ksatria yang
melihat dan berdecak kagum ... Kyai Sengkelat ...Joran Maha sakti,
perlahan Sang Begawan mengangkat tangannya sedikit memutar joran dan
kemudian melilitkan tali pancing ke Batu kerucut dan dengan sedikit
hentakan terangkatlah batu tersebut keatas kepalanya .... kemudian
dengan teriakan perlahan dilecutkan memutar joran hitam itu dan
dengan suara yang menggiriskan Batu kerucut itu berputar dan meluncur
dengan kecepatan luar biasa menuju kepala sang begawan ...batu
kerucut dengan ujung runcing terbalik meluncur! dengan kecepatan luar
biasa dan dengan dibarengi ledakan dahsyat kerucut tersebut
menghantam bumi ... Debu berterbangan ....semua orang terkesiap ....
Hendra tampak menggeleng-gelengkan kepalanya dengan senyum penuh
kekaguman ... diantara debu yang mulai menipis tampak sosok sang
begawan berdiri diatas batu kerucut tersebut dengan sedikit
terbatuk-batuk.... sesaat hening yang mencekam tersebut pecah oleh
gegap gempitanya sorak sorai menyambut keberhasilan sang begawan yang
sangat kental dengan kecepatan siluman tersebut.
Syarat kedua , Hendra memasang kuda-kuda .... joran perlahan
diangakat keatas lecutan-lecutan kecil mulai terdengar ketika joran
tersebut dia ayun-ayunkan .... makin lama ..makin cepat ...yang
semula lecutan kecil tersebut maulai berubah menjadi ledakan ledakan
dahsyat meme! kakan telinga ..angin menderu mengiringi tiap lecutan,
debu membumbung tinggi ... teriakan keras Hendra mengawali angin yang
membelah dengan dahsyat melaju ... dan dengan dentuman dahsyat
percikan api laksana halilintar menyambar joran dahsyat tersebut
membelah Batu Onix berbentuk bola kristal ... dengan dahsyat Batu
tersebut terbelah dan meninggalkan 2 bh tempurung raksaksa yang sama
persis satu sama lainnya.... kembali sorak sorai membahana mengiringi
keberhasilan Hendra..... Kini telah tersedia dua lapak batu dengan
dua tempurung batu ... Guru negri mengangkat tangannya ... suara
lembut meluncur ketika dia berkata .. Wahai Ksatria nan perkasa kini
telah tersedia dua lapak dan dua loyang yang persis sama ...dapatkah
engkau merelakan satu loyang untuk dipergunakan sang begawan ???
..... Oh Guru Negri yang bijak ....Sang Begawan adalah kakakku maka
segala apa yang engkau pintakan untuknya akan aku penuhi, seandainya
Begawan memin! taku untuk meninggalkan sayembara niscaya itu akan
hamba lakukan. Guru negripun menengok Sang Begawan yang disambut sang
begawan dengan senyum dan anggukan kecil ... dia mengangkat joran
hitamnya kemudian dengan kecepatan kilat dilecutkan jorannya ke salah
satu lingkaran tempurung yang tergeletak didepan Sang Ksatria
....Tempurung batu onix itupun serentak melayang bagaikan daun
kering tertiup angin, loyang tersebut terbang melayang dan hinggap
dengan lembut didepannya bagaikan kapas.....kembali sorak sorai
membahana menyaksikan betapa luar biasa begawan tua ini , kekuatannya
bukan saja dahsyat namun sifatnya yang lembut terpancar pada setiap
lakunya.... Kemudian Sang Begawan berkata :" Duh Guru negeri ...
hormatku selalu aku sampaikan kepadamu yang telah memberikan
kebijakan bagi Sayembara ini"...
Syarat ketiga, Sang ksatria duduk bersila matanya tertutup .... joran
sakti 15 merit berada dipangkuannya matanya terpejam dia
berkonsentrasi ..... jenis ikan apa yang tidak ada di Negri ini
....... Suasana menjadi hening ....hanya angin semilir sejuk yang
terdengar ...Laku semedi dengan segala kekuatan imajinasi mewarnai
suasana, ... Sang Ksatria mengingat kembali ... resiko jika ikan yang
dia dapat ternyata terdapat di telaga istana... hukuman aneh akan dia
terima .."Ikan itu akan dimasukan kedalam tubuhnya melalui duburnya"
4 jam telah lewat dia belum bisa memutuskan, keheningan masih
mewarnai sayembara ...... beberapa menit kemudian terlihat Sang
Ksatria mengangkat jorannya , matanya terpejam ... ketegangan tampak
pada raut wajahnya ....sangat perlahan dimasukannya tali pancing ke
loyang batu tersebut.
Suasana hening mencekam ...menit demi menit berlalu , dan akhirnya
dengan di berengi teriakan Hendra menghentakan Jorannya .... sinar
keemasan langsung berkelibat memancar dan menerangi seputaran
lapaknya dan klepak-klepak ...seekor Discuss sebesar telapak tangan
terangkat menggelepar, luar biasa indahnya ...warnanya Merah maron
dengan bintik keemasan dengan diselingi garis-garis warna mutiara
....sepintas warna tersebut mengingatkan kita pada sosok naga
tiongkok kuno ...indah sekali, pelipis ikan itu bak dihiasi emas
permata berkilauan memantulkan cahaya. Seorang Gadis mungil langsung
mengambil ikan itu dan memasukannya kedalam loyang besar yang telah
disediakan, dia tersenyum melihat ikan itu ...! kemudian matanya
menatap Sang Pendekar dan tersenyum .... mulut mungilnya tersenyum
manis dan berbisik "Ikan yang indah sekali" .. dan ...eh ...mata itu
mengedip sebelah dan senyumnya menjadi tawa , terdengar Guru negri
berkata :"Discuss Golden Dragon" ....ikan yang sangat indah"
...kemudian dia mengibaskan jorannya ke Telaga kerajaan dan
menggeleparlah Discuss Golden Dragon dengan warna dan penampilan yang
persis sama, Cuma besarnya 2 atau 3 kali lipat lebih besar
....seluruh hadirin yang menyaksikan berbarengan melenguh kecewa
.......Oooohhh !!.... Luluh lantak seluruh tulang Sang Ksatria demi
melihat ikan itu, keringat dingin mengucur deras ....matanya terpejam
, betapa menyesalnya dia ...selang beberapa saat diapun berdiri
...sedikit limbung karena kakinya lemas bak tak bertulang , namun dia
kuatkan hatinya ...Dia Sang Ksatria ....mukanya harus tetap tegak
....dengan tenang diapun berjalan mengikuti si gadis yang
mengantarkan ke ruang eksekusi !. ....dia Kalah !!!!
Mukanya tertunduk ketika dia menunggu diruang eksekusi....
merindinglah seluruh tubuhnya terbayang betapa ikan discuss secara
phisik bak seekor ikan nila ... sirip yang penuh dengan duri keras
akan tegak saat ikan tersebut dipaksa masuk melalui duburnya ....Iich
.."Duburnya" .... terobek ...betapa pedihnya ..Oooh walau Cuma
setelapak tangan cukuplah discuss akan meluluh lantakan otot- ototnya
, tanpa terasa muka sang Ksatria menyeringai ...kepedihan luarbiasa
terbayang diwajahnya .... mulutnya terkatup rapat. Para gadis molek
yang bertugas selaku algojo menangkap kepedihan diwajah Sang Ksatria
dengan dingin ...mereka adalah algojo, "Algojo" ....yang hari-
harinya telah terbiasa mendengar jerit raung kesakitan, darah segar
yang mengucur ...bahkan kejut-kejut tubuh yang meregang nj! awa. Tiba
- tiba mereka terkejut melihat perubahan Sang Ksatria ... lirih
mereka dengar mulut itu tertawa ... Hah ! ... benar Sang Ksatria
tertawa , mereka saling pandang ....terdengar ketawa itu aneh
...sedikit pilu ..namun lebih kental dengan kegelian ....aneh ...!
Para Algojo itupun bengong keheranan .....kenapa , ada apa ...apakah
dia gila ??? ....nggak mungkin Ksatria yang demikian gagah berani
...Gila ! ...tidak mungkin ...lalu kenapa ??
Para algojo nan manis jelita itu masih keheranan , walau mata mereka
tetap sedingin es tapi sikap mereka tampak bahwa mereka
mengkhawatirkan keadaan Sang Ksatria yang menurut kata hati mereka
sungguh sangat gagah dan tampan ini .... dan mereka bersama-sama
mengikuti arah pandangan Sang Ksatria ....Oooo.... tampak Sang Begawan
yang melangkah gontai dengan muka tertunduk mencerminkan kekalahan,
melangkah diruang eksekusi .... dan ditangan kirinya terlihat seekor
"Ikan Buntal duri" yang menggelembung sebesar "Durian" !!
TAMAT

Sabtu, 20 Desember 2008

Ndoro Sigit





---------- Forwarded message ----------
From: Irwin Ismail



Selasa, 16 Desember 2008

Mancing di Pulau Bokor





---------- Forwarded message ----------
From: Nono utomo

Laporan Bokor;
Ombak memabukkan (untuk yg gak jadi mancing)
Windwave 1 meter kurang (kurang 95 cm)
Cuaca mendung dan hujan (hari ini)
Hasil Lodi dan kaci-kaci 2 jarian (jari gajah kali)
Tanda2 1 jarian 20 an ekor
Jenaha 2 jarian 2 ekor
Baronanng 30 ekor sekelingking (bandingin ama yg 2 jarian)
Selar sekuku 100 an ekor.
Ini foto jatah gue doang (total kali lima deh)

laporan cuaca tgl 20-21 Desember



---------- Forwarded message ----------
From: Mas Yopie

Tanggal 20-21 Des, lautan binu dan sekitarnya tenang kayak empang deh....
__

Minggu, 14 Desember 2008

Wayang Mancing Part 2/3

Wayang Mancing Part 2/3

Selang beberapa saat setelah kesedihan Sang Begawan reda … terlihat
dia mulai tersenyum memandang Sang Pendekar : " Sungguh aku sangat
bahagia melihatmu tumbuh menjadi Pendekar yang luar biasa Hendra ,
dulu aku sangat mencemaskanmu ketika Sang Resi guru kita melepaskanmu
merantau turun gunung, bahkan sebelumnya sempat aku mohonkan ke Sang
Resi untuk menahanmu barang beberapa tahun itu karena perangaimu yang
selalu membuat kenakalan, sedikit ugal-ugalan ….Kini ternyata
dugaanku meleset. Ternyata engkau mampu tumbuh menjadi Pendekar yang
mumpuni , santun dan penuh tanggungjawab … itu tercermin dari
perilaku , sorot matamu dan sinar wajahmu …Engkaulah Pendekar yang
luar biasa bahkan dalam jarak 100 meterpun indraku telah menangkap
betapa ditubuhmu tersimpan tenaga dan kepiawaian yang luar biasa,
memancar dengan teduh namun sangat bersemangat … luar biasa"

"Aku..benar-benar semakin hormat pada Resi …demikian jauh dia bisa
melihat bahkan beberapa puluh tahun kedepan hingga dengan sangat
yakin beliau melepaskanmu merantau hingga kini, Adikku bagaimana
pengalaman hidupmu hingga engkau dapat tumbuh demikian luar biasa ??"

"Oh Begawan yang sakti mandra guna …Engkaulah kakakku yang selalu
kuingat , nasehat-nasehatmu , bantuanmu dan terutama engkaulah yang
selalu melindungiku jika aku berbuat salah !" Ingatan itu yang selalu
menyertaiku , Aku hanya seorang pemuda yang membantu para petani
dinegeriku dalam menata tanah garapan agar sejalur dengan kehendak
alam, aku hanya membantu mereka ketika mereka harus memanen , atau
ketika mereka mencari ikan dilaut, di danau maupun di sungai.
Bukankah ! Begawan yang selalu menasehatiku agar menjadikan joranku
sebagai pelayan dan pengawal sesama, joran yang mencintai setiap
orang dan joran yang selalu melimpahkan kasih sayang ke lingkungannya
!.... Duh Begawan yang amat kupuja sungguh aku merasa tiada ide atau
pendapat dalam melakukan segala hal kecuali atas apa yang telah
engkau nasehatkan hingga akupun tak tahu bahwa aku telah dipercaya
oleh Sang Maha Raja untuk melakukan tugas penting ini !".

Kembali mereka berpelukan … kemudian Begawanpun berkata : "Ksatriaku
Hendra … Kau lihat telaga ini terpisah menjadi dua oleh jalan ini
ditata nan apik disebelah kiri adalah telaga air tawar yang dipenuhi
oleh segala macam ikan air tawar dan sebelahnya adalah telaga air
asin, Sayembara ini telah diikuti oleh berpuluh ksatria namun tak
satupun berhasil…maka silakan engkau mencobanya lebih dahulu !"
Hendra hanya mendengar sayup-sayup beberapa kata terakhir karena
seiring dengan hempasan lirih angin ..Sang Begawan telah
meninggalkannya…itu pertanda bahwa dia harus melanjutkan
perjalanannya …maka dia hentakan kakinya dan berlari dengan sekuat
tenaga. Peluh masih membasahi dahi ketika dia melangkahkan kaki
memasuki Pendapa yang luas … lantai itu dingin … udara sejuk dengan
aroma cendana menerawang, seorang tua dengan pakaian guru negara
bibir yang selalu tersenyum menyejukan mempersilakan dia maju,
…Hendrapun melangkah …di sebelah kiri dia lihat Sang Begawan duduk
bersila dengan memejamkan matanya, dia berhenti sejenak ..setelah
orang tua yang selalu tersenyum itu mengenggukkan kepala diapun maju
kedepan , Sebuah Dampar kencana dengan hiasan intan berlian dan
kemilau segala macam bebatuan mulia menghiasi dan seorang yang gagah,
duduk diatasnya , mukanya sedikit tertunduk, matanya tertutup…wajah
itu begitu tenah , hingga ketenangannya memancar kesegala penjuru
ruangan….

Sang Ksatria berdiri tepat dihadapannya dimana terdapat Karpet tebal
berwarna putih dimana sang Katria berdiri menunggu dengan penuh
kesantunan, hawa sejuk dan suasana tenang ruangan itu telah
menghilangkan kepenatan yang telah menempuh 40 hari tanpa
istirahat….Diapun menunggu dalam diam ….tanpa terasa diapun
menutupkan matanya …hatinya menjadi tenteram…. Sayup..lirih
telinganya mendengar dengungan lirih yang teratur ….dia kerahkan
segala kekuatan indranya untuk mendengar tapi nampaknya sia-sia ..dia
mulai gelisah ..apa gerangan suara itu …lirih sedikit mendengung tapi
menentramkan, dan dia sangat terperanjat karena dengung itu sering
dia dengar jika dia duduk menghadap gurunya Sang Resi, perlahan dia
buka matanya …tak ada Sang Resi… dia menatap Laki-laki gagah
didepanya yang tetap diam …dia mulai memperhatikan …alangkah
sederhananya laki-laki ini , rasanya aneh jika dia seorang Maha Raja
suatu kerajaan yang demikian Kaya Raya …. Tiba-tiba lamunannya buyar!
seketika dia lihat mata sang Raja itu terbuka dan menatapnya …
mulutnya tersenyum penuh kasih-sayang, mata itu memberikan sinar
semangat dan kesejukan, bagai diguyur Es hatinya hingga Hendra
sedikit menggigil …hanya sekilas kemudian Raja kembali menutup
matanya ….

Hendrapun menutupkan matanya dalam kepesrahan … lambat laun dia dapat
mendengar dengung itu berubah … Oh itu ternyata suara puji-pujian
kepada Yang Maha Pencipta, …pujian itu dilantunkan dengan sangat
lembut suara yang lembut indah …dan beberapa saat kemudian dia
mendengar suara yang sangat lembut bersahabat :" Hendra Ksatria
perkasa Gunung Kemilau….ada 3 Syarat sayembara yang harus engkau
lalui, Pertama Engkau harus memutar batu kerucut hingga menjadi
tempat dudukmu , Kedua engkau harus membelah batu gunung bulat
menjadi loyang tempat engkau memancing dan Ketiga engkau harus
memancing seekor ikan yang tidak ada dalam kolam istana yang telah
engkau lalui…. Sang Begawan telah memberimu waktu …. Guru negeri
akan menunjukan tempat istirahat dan memberimu petunjuk sayembara"
….hening mengakhiri kalimat itu ….

Beberapa saat terdengar kembali puji-pujian nan indah dan damai....
hingga dia tersentak pundaknya disentuh ...ketika dia menoleh Sang
Guru Negeri mempersilakan dengan senyum tulus tetap tersungging
dimulutnya......

Keesokan harinya .... dia mandi dengan segar .... dia telah
mempersiapkan segalanya dan dengan keyakinan Hendra melangkah menuju
lapangan istana, di tengah lapangan dia lihat 2 bh kerucut yang
terbuat dari batu hitam setinggi 3 meter dengan diameter dasar 1,5
meter tegak dan bola kristal raksaksa dengan diameter 1 meter terbuat
dari batu onix ... Hendra menghunus jorannya ... sesaat terlihat
langit menjadi terang karena sinar joran yang kemilau Joran dengan
texture ular bersisik emas dengan kepala naga di hulunya bertahtakan
emas intan permata indah luarbiasa ... semua berdecak kagum,
Hendra memasang kuda-kuda hingga telapak kakinya melesak kedalam bumi
....otot-ototnya menegang membentuk tubuh atletis ...hingga mata
setiap gadis terbeliak. Dia harus melontarkan Batu kerucut itu dan
membaliknya kemudian melesakkan ke bawah hingga tinggal dasarnya yang
tampak untuk tempat dia duduk memancing bak lapak Galatama.

Hendra memutar jorannya makin lama makin cepat hingga terlihat sinar
kemilauan gemerlap berputaran angin kencang mendesing mengiringi ....
dedaunan berterbangan berputar bak angin beliung dan dengan teriakan
yang mengguntur hendra mencambuk batu kerucut itu tepat 1 Inchi
didepan dasar kerucut ...dengan dentuman keras memekakan ... batu
lingga itu terpental keatas .....dengan secepat kilat hendra meloncat
bersalto diudara dengan indahnya mengikuti batu kerucut itu ....
sekali lagi jorannya melecut kali ini tepat di ! pertengan batu dan
dengan sentakan yang dahsyat kerucut itu berputar dengan ujung
kerucut menghadap kebawah .... salto kedua Hendra hinggap dengan
indahnya diatas kerucut yang kali ini meluncur kebawah dengan ujung
kerucut dibawah dan Hendra bertengger diatas kerucut pada bagian
lingkaran dasarnya yang kini menghadap keatas.... kecepatan luncuran
yang fantastis itupun terhenti saat kerucut menghantam bumi dengan
suara yang memekakan telinga amblas 2,5 meter ...hingga tampak
lingkaran lapak lingkaran diameter 1,5 meter dan terlihat hendra
berdiri diatasnya dengan sangat gagah ..... Tempik sorak gemuruh
membahana mengiringi keberhasilan Sang Ksatria dengan gaya yang indah
namun mengandung kekuatan yang menggiriskan.

To be continue..........

Kamis, 11 Desember 2008

Wayang Mancing Part 1/3

Mengarang itu gampang... Gunakan imajinasi`mu.. he3...

Cerita : WAYANG MANCING
Alkisah disuatu negeri dimana kala itu para ksatrianya diukur dari kemampuannya Mancing ! ... Hendra (bukan nama sebenarnya) adalah salah satu Ksatria di negeri itu yang telah mumpuni kelewat-lewat kesaktiannya , diilustrasikan sang ksatria ini jika mancing cukup diatas loyang yang telah diisi dengan air... kemudian sang ksatria memasukan kailnya ....dan tak lama kemudian dihentak seekor gurami 4 kg ... woww dhasyat maan.
Suatu hari sang ksatria dipanggil Baginda Raja , "Ampun tuankuBaginda .. ada apa gerangan memanggil hamba ?" "Hendra Ksatriaku ...kebanggaan negeri ...buah bibir gadis negeri, Aku mendengar di Negeri tetangga tengah menyelenggarakan sayembara untuk mempersunting Putri nan Elok" ... "Aku utus engkau memboyong putri itu untukku" "Duh Paduka junjungan Hamba ... mohon dukungan doa segala keperkasaan ... Hamba mohon diri untuk melaksanakan perintah" kata sang ksatria deng! an gagahnya, "Baiklah Ksatriaku bawalah pusaka Joran sakti 15 merit pusaka kerajaan dan doa restu seluruh negeri menyertaimu" "Ampun baginda hanya renggangnya nyawa hamba menjadi penghalang langkah... hamba mohon diri"
Angin sepoi menerpa wajahnya harum bebungaan temaram tercium ketika Sang pendekar sampai di berbatasan , sejenak dia berhenti dan memandang sekeliling...tampak olehnya tanda batas wilayah kerajaan yang sederhana , Batu lingga setinggi 5 meter berbentuk limas dengan tulisan akrab terukir diatasnya "Selamat datang di Negri KAKI ANGIN" , hanya itu tak tampak patung atau berhala yang biasa menghiasi perbatasan suatu daerah , tak ada patung laki-laki berkuda yang mengacungkan keris..atau laki-laki dengan seekor harimau ...hanya batu lingga berbentuk limas , anehnya sangat mencolok perbedaannya dengan jalan-jalan yang baru saja dia lalui , area ini demikian asri, hijau .... aneka bunga berkembang tertata dengan rapi dan terhampar padang rumput lembut bak fair way padang golf Novotel Bogor, disampingnya kemilau air jernih mengalir dengan deras.
Tertampaklah olehnya seraut wajah nan ayu jelita dibalik batu lingga tersenyum ramah kepadanya, dia lihat waj! ahnya berseri, pundaknya yang putih halus, sebagian tangannya tampak memegang lingga dan selebihnya hanya bisa dia khayalkan karena tertutup oleh batu lingga, dengan senyum manis dia menegur "Wahai ksatria pujaan para Dewi...hamba diperintahkan Paduka Radja untuk menjemputmu ... agar dapat hamba menunjukan tempat istirahat bagimu" .... Ouw ... Ini Negeri yang demikian elok nan tertib, bahkan setiap ksatria yang ikut sayembara dijemput sejak diperbatasan negri kata Ksatria dalam hati.
Sang Ksatriapun menunduk hormat sambil berkata : Aku utusan dari
Negri "Gunung kemilau" namaku Hendra (bukan nama sebenarnya) dan orang memanggilku "Sang Joran lima depa" tetapi sesungguhnya aku hanya seorang pemancing, Aku diutus Radjaku untuk meminang Putri Negeri ini dan hanya renggang nyawa yang dapat menghentikanku katanya penuh keyakinan namun tetap santun, tetap dengan senyum manis nan menawan wanita itu mempersilakan sang Ksatria mengikutinya.
Hendrapun berjalan menda! hului wanita itu ...harumnya bunga , semilirnya angin pemandangan indah nan mena'jubkan serta gurau lincah, wajah ayu nan molek langsung menyirnakan kelelahan perjalanan yang ditempuhnya selama 40 hari dalam kekerasan dan kekejaman alam liar, perjalanan yang menempuh waktu 3 haripun takkan terasa ...kadang dia dengar suara lirih sang gadis berdendang dengan merdunya ... kadang tanpa sadar mulutnya ikut mendendangkan ..walau hanya kata-kata ekornya yang dia hapal.
Pada hari ke tiga tibalah ditepi telaga nan luas , Jernih kemilau hingga tampak dasarnya , terbelah oleh jalan setapak yang terbuat dari batu onix bunga berwarna warni membatasi jalan dan air telaga... terpukau Sang Ksatria hingga mulutnya sedikit terbuka ....
Tak sadar kaki Hendra (bukan nama sebenarnya) melangkah mendekat, sungguh menakjubkan hijaunya lumut dan tanaman air , putihnya pasir dan kerikil didasar demikian nyata bak di layar DVD... butir-butir udara bagai mutiara menempel didedaunan nan hijau di lereng-lerang dinding telaga, ikan berwarna warni berjalan bergerombol bagai penari sinkron, kadang ikan Belinda sebesar kerbau lewat dengan cepat membubarkan sesaat, terlihat patin, carb .. Ouu ..rasanya segala jenis ikan yang pernah dia lihat terdapat disitu. Sang Ksatria terdiam kagum...tiba-tiba indra keenamnya menangkap bahaya, telinganya menangkap desing lirih yang sangat tajam dengan kecepatan yang luar biasa ... dia hapal betul, itu desing rangkaian leader yang melayang ... huh ... bukan kearah telaga ... seluruh syaraf indranya bereaksi dengan cepat... rambutnya bagai berdiri dan 1/8 detik sebelum leader itu melecut ditempatnya berdiri dengan dentuman yang dahsyat dia meloncat dan berputar diudara ! ... beberapa cm sebelu kakinya menyentuh air, Jorannya terayun membelah air ....tenaga lecutan itu membalik dan mendorong kembali tubuhnya keudara .... beberapa putaran salto yang manis dia peragakan sebelum kakinya menyentuh lembut lantai setapak 20 meter dari tempatnya semula. Tampak olehnya seorang lelaki tinggi kurus berdiri disana , umurnya sekitar 70 tahun tubuhnya masih tegap jubah panjang ungu tua membalut tubuhnya, mulutnya tersenyum walau raut wajahnya terlukis kesedihan .... "Kusumah" (bukan nama sebenarnya) ..adalah saudara seperguruannya memandangnya dengan tatapan rindu ...Oh .. lebih 30 tahun dia tidak lihat saudaranya itu ... betapa rindunya Hendra , kakinya setengah berlari menghampiri ..pelukan dan salaman hangat membuka pertemuan luar biasa ini , Kusumah yang dijuluki Begawan Klalen Klali adalah kakak seperguruan Hendra lelaki yang sederhana ini memang sangat pelupa namun kesaktiannya luar biasa .... dia lupa segala mantra, dia lupa segala trik atau jurus namun! mantra itu telah mendarah daging dalam tubuhnya hingga segala situasi , ajian mantra itu akan mengalir dengan sendirinya sesuai keadaan, bagai air yang mengalir tanpa pengerahan , tanpa perapalan bahkan seolah tanpa dipikirkan ....luar biasa. Kemudian mereka berdua duduk sambil menceriterakan pengalaman masing-masing hingga akhirnya hendra bertanya : Kakakku kenapa mukamu terlihat murung, sedangkan engkau sehat walafiat bahkan menjadi utusan negrimu untuk ikut sayembara ini, pastilah engkau pendekar terpandang yang disegani seantero negri, aku mengenalmu sebagai sosok yang santun , ringan tangan
pastilah tiada orang yang mampu membuatmu risau ...ada apa gerangan ??
Dimas Hendra adik yang selalu menjadi pelitaku ... Syukurlah , ya nasib telah mempertemukan kita entah dengan apa aku akan membalasmu ya adikku...!!? ..."Ada apa katakanlah apapun yang kau minta nyawa adikmu ini taruhannya !" kata Hendra. Begini adikku seorang gadis molek nan jelita telah kupe! rsunting, dia begitu ayu , gesit ..segala pekerjaan dapat dia lakukan dengan cepat ..begitu manis , tutur katanya begitu santun Alangkah beruntungnya aku.... segala masakan dia kuasai Bak radja aku selalu dibuatnya ...Oooh cintaku .." sedikit sesegukan begawan itu bertutur ...Hendra sangat khawatir dan buru-buru dia memotong ... "Ach .. Begawan apakah dia menyeleweng ??" ... huhu..begawan menggelengkan kepalanya dengan keras, mulutnya terbatuk-batuk kecil mungkin karena capeknya .... "Apakah ada yang mengganggunya ... Siapa Pemuda tak tahu diri itu ??" terus Hendra penuh nafsu .... setelah menghela napas dan mengakhiri batuknya sang begawan menjawab : Bukan...adikku ..dia demikian setia, dia mencintaiku lebih dari segala ...bahkan keluar rumahpun dia tidak pernah !.... Hendra tercenung ..kemudian dengan lirih dia bertanya "Lalu kenapa begawan demikian sedih sedangkan dalam pikirku betapa bahagianya engkau ..???" Sang begawa menjawab dengan mata berlinang dan sese! nggukan hingga badannya terguncang-guncang .."Masalahnya ... Ooo adikku ... Aku... Lupa dimana rumahku !"
to be continue.........

kebahagiaan ikan

kebahagiaan ikan


Zhuangzi dan Huizi sedang berjalan-jalan di bendungan Air Terjun Hao
ketika Zhuangzi berkata, "Lihatlah ikan-ikan kecil yang melompat dan
melesat sesukanya ! Itulah yang sangat membahagiakan ikan !".

Huizi berkata, "Dikau bukan ikan, bagaimana dikau tahu apa yang disukai
ikan ?".

Zhuangzi berkata, "Dirimu bukan diriku, jadi bagaimana dikau tahu diriku
tak tahu apa yang disukai ikan ?".

Huizi berkata, "Diriku bukan dirimu, jadi daku tentu tak tahu apa yang
kamu tahu. Di sisi lain, dikau jelas bukan ikan, jadi itu masih
membuktikan dirimu tak tahu apa yang disukai ikan !".

Zhuangzi berkata, "Mari kita kembali kepada pertanyaan semula. Dikau
bertanya bagaimana daku tahu apa disukai ikan. Jadi dirimu sudah tahu
betapa diriku mengetahuinya ketika dikau mengajukan pertanyaannya. Daku
mengetahuinya dengan berdiri di sini di tepi Hao.

*) dimaksudkan sebagai filsafat holisme. Dipopulerkan oleh Zhuanghai
2000 tahun yg lalu di daratan Cina.
soni magelang

Casting pasiran tanpa reel ?

Casting pasiran tanpa reel ?

Photobucket

Ini saya dapat artikel dari koran Suara Merdeka, coba perhatikan foto Bapak2 di bawah.. tidak ada yang aneh kan ?? tapi setelah diperhatikan coba liat reel`nya.. cuman pakai gulungan biasa ?? He3..
Padahal kan selama ini ada anggapan mancing di pasiran harus pakai reel ya setidak2nya pakai spinning karena umpan supaya bisa dilontarkan sejauh2nya...
Sebenarnya pendapat itu tidak selamanya benar... di pasiran`pun ada lokasi2 yang tidak terlalu jauh dari pinggir yang dinamakan lebeng atau palung (daerah lebih dalam di antara hamparan perairan pasiran yang cetek). Nah Bapak di bawah ini karena dia rumahnya di dekat situ2 aja jadi apal mana lokasi2 lebeng... jadi deh gak usah lempar jauh2... pakai gulungan.. siapa takutttt... he3....

Kamis, 04 Desember 2008

mancing lele beginian aja yukkkk... (lele wels di Eropa)

Ini lele jenis wels yg biasa hidup di daerah daratan Eropa dan Asia Tengah. Bisa guede banget.. Ya kalau disini saingan deh dengan lele jenis tapah yang hidup di Kalimantan dan Sumatra.


hampala234@yahoo.co.id

Rabu, 03 Desember 2008

Sabtu, 29 November 2008

casting bersama Mas Ben Jogja

Beberapa hari lalu Mas Ben datang ke rumah mengambil titipan joran. Akhirnya karena sudah di magelang sekalian aja test drive di kolam pancing. Memang kalau belum terbiasa susah make lure di tempat2 yg belum terbiasa dan ikannya spesial. Ikan disini kebanyakan ikan managuense dan nila. Mas Ben cuman dikejar2 aja umpannya.. Emang harus pake trik spy langsung disambar. Akhirnya skor 6-0 untuk sang master. Walau Mas Ben strike monster gurami sampai minnow'nya dibawa lari kemana2.. Sayang karena setting drag'nya gak disetel dari awal.. Pas strike harus disetel2 dulu.. Sehingga menyebabkan kendor kenurnya.. Akhirnya setelah fight beberapa lama akhirnya lepas'lah sang monster.. Sayang juga..

Ini ada beberapa foto pas casting kemaren.

Jumat, 28 November 2008

Kornelius teman mancingku

Ini dia salah satu teman mancingku.. biar tua tapi ngocol ha3...

Photobucket

Photobucket
Photobucket

Senin, 24 November 2008

maling mancing di Lap Golf






---------- Forwarded message ----------
From: Christophorus Sigit Triwaskito

Th 2004 di serpong, nyoba maling ikan di lap golf...hahahahahahahahaha

_

Minggu, 23 November 2008

extreme rock fishing

Nah, ini adalah rock fishing yg sangat extreme, kombinasi antara rock climbing, fear factor dan rock fishing. Dulu saya pernah beberapa kali mancing model begitu. Cuman sekarang udah pensiun. He3..

Rabu, 19 November 2008

casting lele bersama Mas Is

Setelah janjian.. Akhirnya meluncur ke daerah Jogja Selatan. Akhirnya saya yg juara.. Siapa dulu master'nya.. He2...

Berau Fishing

http://beraufishing.blogspot.com/

Sabtu, 15 November 2008

Fly reel

> ------------------------------------------------------------------------
>
> salm kenal ya omm......
>
> om saya punya fly reel merek redington nomer 9/10 silver dan brake
> water nomer 10/11, spare spool nya jga ada....
> itu pengen saya jual omm... kondisi masih baru bget, cuma kardusnya
> doang rada lecek..
> ini fotonya ommm.....
>
>
> regard,
> Toni.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Mancing di Pangkalan Bun

Mancing di Pangkalan Bun

Pada Jum, 14/11/08, Muhammad Erlan
Salam hangat,

Saya sangat senang dengan produk2 abang, apalagi cd minow yg 18 cm LUAR BIASA...
tapi laut di daerah saya laut dangkal bang (banyak karang) kita mau yg 18 cm yang mampu bermain/ditrolling di atasnnya (1-1,5 m) karena ikan jenis palagic banyak bermain di atas karang tsb.
Mudah2an keinginan saya bisa di kabulkan abang...he..he..he..

Salam hangat saya dari ujung Barat Kalimantan Tengah,

Erlan

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Kamis, 06 November 2008

improved GT knot

Ini ikatan GT knot untuk fire line, semoga berguna.