Kamis, 02 November 2017

Nafsu cumi-cumi

Nafsu Cumi-Cumi

Setiap orang agaknya telah mengetahui bahwa cumi-cumi santapan yang sangat lezat setelah dibakar, digoreng atau diolah dengan berbagai macam bumbu, seperti yang biasa disajikan sebagai menu di restoran seafood. Khusus bagi Anda yang gemar mancing di laut pasti juga telah mengetahui bahwa cumi-cumi juga salah satu umpan terbaik yang efektif digunakan dalam keadaan utuh maupun dipakai kecil-kecil. Namun pada saat cumi-cumi yang dibeli terlampau banyak atau lokasi mancing yang diinginkan tidak kunjung ditemukan, kawatir busuk dan sia-sia, cumi-cumi yang sedianya bakal dipakai sebagai umpan akhirnya sebagian masuk pula ke penggorengan. 

Baik yang dimasak oleh koki ahli di restoran terkemuka atau oleh nelayan merangkap pawang, lantaran begitu enak masakan cumi-cumi niscaya selalu menjadi rebutan. Padahal, bisa dipastikan cumi-cumi di restoran, apalagi eks umpan, keadaan yang sebenarnya jauh dari segar karena telah sekian lama terendam es.

Kiranya wajar, setiap penampakan cumi-cumi di ujung cahaya lampu atau di dekat kapal saat malam hari sedang lego jangkar, atau di sekitar dermaga saat menjelang petang , sedang mengisi bahan bakar, akan membuat setiap pemancing tak peduli pemancing baronang, kakap, tenggiri, atau tuna maupun marlin senantiasa sangat bernafsu untuk mendapatkannya. 

Kelezatan cumi-cumi yang dimasak hanya beberapa saat setelah diangkat memang sulit dicari tandingannya. Berbeda dengan cumi-cumi stok di restoran, saat itu daging cumi-cumi memang belum berubah warna menjadi putih, melainkan masih dalam keadaan transparan kecoklatan, yang apabila dibakar atau digoreng akan meninggalkan rasa manis di lidah. Maka tak heran bila telah sekali mencoba, begitu ada kesempatan tentu ingin segera mencoba lagi.

Cumi-cumi yang sering terpancing umumnya jenis cumi karang (Loligo sp.) yang badannya gemuk, cumi todo (Todarodes sp.) yang badannya mirip anak panah, serta cumi bagan. Cumi karang paling menjadi idola, karena size-nya yang triple-L membuat kenikmatan sejak mancing hingga disajikan di piring makan, akan terasa maksimum. Demikian pula sebagai bahan untuk pamer saat berjumpa dengan rekan-rekan. ***