Selasa, 21 Februari 2017

Sabtu, 18 Februari 2017

Pernahkan mendengar kata Karang Manganti? Spot 20km dari gombong dulu adalah surga pemancing. Karang yang cuma berjarak 2 meter dari permukaan air sangat cocok untuk landbased casting. Udah ga terhitung iwak kapokan (ikan kuwe) yang ku landed kan mulai dari ukuran di foto sampai yg 20kg up. Cukup pakai umpan kayu. Dari gombong bisa lewat karangbolong tembus srati dan karangduwur. Atau juga bisa lewat pantai ayah/logending. Kalau uncal fajaran enak dari karangbolong. Setelah cuaca panas ikannya bisa dibawa ke logending suruh dibakarkan Mbak Ikem istrinya Pak Nanang. Kalau sore enak berangkat dari logending. Bisa beli perbekalan dulu di tempat pak nanang. Karang yang difoto itu namanya Tieng. Spot terendah dari permukaan air. Cuma bisa dipancing kalo airnya ga ombak. Karena jarang didatangi orang dulu one cast one fish. Entah sekarang. Ga pernah dengar lagi report manganti ha4.


Galangan kapal yg canggih. Sayang tidak dimanfaatkan dan rusak nganggur


Spot mangur yg jos


Buzz bait ternyata ampuh juga buat gabus. Baru nyobain soalnya he3


Bagi pembudidaya ikan koi ada satu teknik supaya ikannya bisa jadi tumbuh besar2. Kolam harus dibikin sangat dalam kalau mau ikannya jadi panjang dan besar. Rumusnya 5x panjang ikan kedalaman kolamnya. Jadi kalo mau ikan koi 70cm ya kolamnya harus sedalam 3,5-4meter. Apakah hal ini juga terjadi di dunia liar? Mungkin pengalaman di kali gending bisa jadi contohnya. Kali gending tahun 70an debit airnya sangat besar sebelum airnya sebagian diambil sebagai sumber air minum Akmil. Kedalamannya juga 2meteran, kedung2 malah ada yang 4meter. Hampala 60-70an dulu katanya buanyak dan keliatan di pinggiran karena airnya sangat jernih. Dengan berlalunya waktu, debit air sudah jauh menurun dan tentu saja banyak sampah membuat kali gending menjadi sangat dangkal. Kedung terdalam paling 1,5meter. Rata2 cuma 40-30cm kedalaman airnya. Hampala masih banyak. Tapi kuecil2. Rata2 20cm. Dan ternyata ukuran 20cm pun udah bisa bertelur dan memijah. Miris ya ha3. Moral dari cerita ini adalah syarat habitat i




Teknik penanganan ikan setelah kena pancing



Casting hampala sering kisruh karena ikannya liar banget. Tetapi menjadi dilema karena saking jengkelnya sehingga kadang suka dibanting supaya tidak bertingkah liar lagi. Padahal ikan yang dibanting itu pasti ga enak karena dagingnya mengalami kelebaman dan menjadi tidak segar lagi.

Ini saya share salah satu teknik ikan supaya tetap hidup dan segar sampai selesainya sesi mancing.

Teknik ini sebenarnya nyontek para pemancing ceplek (barramundi pantura). Dengan model kawat melingkar yang ditusukkan di dagu itu ikan tetap hidup dan beringas sampe jangka waktu lama.

Lendir ikan juga tidak bakalan lenyap kalo misal dimasukin ke bronjong/korang/kepis (keranjang ikan dr jaring itu).

Teknik ini bisa dilakukan untuk yang mau bawa pulang buat digoreng. Goreng ikan dr ikan yang hidup nikmatnya tiada tara percaya lah.

Teknik ini juga bisa untuk ikan yang mau dipiara di aquarium. Lubang di dagu cepat sembuh dan 3 hari udah menutup. Lendir ikan tidak hilang. Ikan jadi sehat banget.

Teknik ini juga bisa untuk yang mau me rilis lagi. Ikan yang tertangkap trus langsung dilepas lagi kadang bikin takut teman2nya. Jadi ikan keep dulu sampai selesai sesi mancing baru lepas semua.

Everybody happy dengan teknik ini.